27 Kabupaten/Kota di Jawa Barat Siaga Darurat Kemarau hingga September, Sukabumi Termasuk Zona Rawan

Penulis: Bayu Nugroho  •  Jumat, 03 Juli 2026 | 11:26:31 WIB
Pemerintah Provinsi Jawa Barat menetapkan status siaga darurat kemarau hingga September 2026.

PURWAKARTA — Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi mengaktifkan status siaga darurat bencana kekeringan dan karhutla di seluruh wilayahnya. Langkah ini diambil berdasarkan prediksi BMKG yang menyebut potensi musim kemarau tahun ini berisiko memicu krisis air bersih, gagal panen, hingga kebakaran lahan.

Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, menegaskan bahwa status ini menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk mempercepat koordinasi dan mobilisasi sumber daya. "Seluruh perangkat daerah dan pemerintah kabupaten/kota harus bergerak cepat memperkuat kesiapsiagaan. Penanganan bencana harus dilakukan secara terarah, terpadu, dan terkoordinasi agar dampak kemarau dapat diminimalkan," ujarnya di Purwakarta, belum lama ini.

Dua Surat Edaran untuk Mitigasi Dini

Selain menetapkan status siaga darurat, Gubernur Dedi Mulyadi menerbitkan dua surat edaran sebagai panduan teknis mitigasi. Surat Edaran Nomor 4918/PB.01.03/BPBD tertanggal 12 Juni 2026 menginstruksikan seluruh perangkat daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan.

Beberapa instruksi dalam surat edaran tersebut meliputi:

  • Pemantauan debit air di waduk dan bendungan secara berkala.
  • Penyesuaian pola tanam bagi petani agar tidak mengalami gagal panen.
  • Kampanye hemat air kepada masyarakat di daerah rawan kekeringan.
  • Antisipasi kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah.

Wilayah Sukabumi dan Daerah Lain Masuk Zona Prioritas

Sukabumi menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian khusus dalam kebijakan ini. Wilayah selatan Jawa Barat, termasuk Sukabumi dan sekitarnya, kerap mengalami krisis air bersih saat kemarau panjang. Status siaga darurat memungkinkan Pemprov Jabar menggelontorkan dana penanggulangan bencana lebih cepat tanpa perlu menunggu prosedur anggaran biasa.

Dengan status ini, koordinasi antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) provinsi dan kabupaten/kota dipercepat. Mobilisasi tangki air bersih, pompa, dan alat pemadam kebakaran hutan pun bisa dilakukan dalam waktu singkat.

Musim Kemarau 2026: Lebih Kering dan Lebih Panjang

BMKG memprediksi musim kemarau tahun ini akan lebih ekstrem dibanding tahun-tahun sebelumnya. Fenomena El Niño ringan hingga sedang diperkirakan turut memperparah kondisi kekeringan di sebagian besar wilayah Jawa Barat.

Pemerintah daerah diimbau tidak hanya bersiap pada sektor air bersih, tetapi juga pada potensi kebakaran hutan dan lahan yang kerap melanda kawasan perbukitan dan perkebunan warga. Data BPBD Jabar mencatat, pada musim kemarau tahun lalu, puluhan hektare lahan di Kabupaten Bandung Barat dan Garut hangus terbakar.

Keputusan gubernur ini diharapkan menjadi payung hukum bagi setiap daerah untuk bergerak cepat. “Penanganan bencana harus dilakukan secara terarah, terpadu, dan terkoordinasi,” kata Herman mengulangi pesan Gubernur Dedi Mulyadi.

Reporter: Bayu Nugroho
Sumber: radarsukabumi.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top