Amazon Tutup Pendaftaran Pengguna Baru Mechanical Turk per Juli 2026, Nasib Pekerja Tak Jelas

Penulis: Bayu Nugroho  •  Senin, 06 Juli 2026 | 12:50:01 WIB
Amazon Mechanical Turk akan menghentikan pendaftaran pengguna baru mulai Juli 2026.

JAWA BARAT — Amazon Mechanical Turk (MTurk), pasar tenaga kerja mikro daring yang telah beroperasi sejak 2005, resmi memasuki fase akhir. AWS menyatakan keputusan ini diambil setelah melalui "pertimbangan matang" dan tidak akan ada fitur baru yang diperkenalkan ke platform. "Pelanggan yang sudah ada dapat terus menggunakan layanan seperti biasa," tulis AWS dalam pengumuman di situs resmi MTurk.

Apa Itu Mechanical Turk dan Mengapa Kini Ditutup?

MTurk didesain sebagai pasar di mana pekerja dibayar dalam jumlah kecil untuk menyelesaikan tugas-tugas sederhana yang sulit diautomatisasi sepenuhnya. Contohnya termasuk menyelesaikan CAPTCHA atau mengidentifikasi sentimen dalam sebuah kalimat. Layanan ini pernah menjadi pusat perdebatan etika seputar tenaga kerja berbasis crowdsourcing dan bahkan terlibat dalam skandal Facebook-Cambridge Analytica.

Sejak 2018, Amazon mulai memasarkan MTurk sebagai alat untuk anotasi data guna melatih jaringan saraf tiruan melalui layanan SageMaker AI. Ironisnya, platform ini juga disebut-sebut sebagai "enabler" bagi perusahaan yang menerapkan pendekatan fake-it-till-you-make-it di industri AI—di mana produk yang diklaim bertenaga AI sebenarnya dijalankan oleh manusia di balik layar MTurk.

Ironi di Balik Layar: Pekerja Manusia vs. Model Bahasa Besar

Hubungan antara MTurk dan AI semakin rumit seiring waktu. Sebuah analisis pada 2023 menemukan bahwa antara 33% hingga 46% pekerja di platform tersebut ternyata menggunakan model bahasa besar (LLM) untuk menyelesaikan tugas mereka. Temuan ini memunculkan pertanyaan serius tentang keandalan data yang dianotasi di MTurk, sekaligus mempertanyakan apakah manusia masih diperlukan dalam proses tersebut.

Fenomena ini digambarkan sebagai ironi "ular memakan ekornya sendiri"—platform yang awalnya mengandalkan tenaga manusia untuk mengisi celah AI, kini malah diisi oleh AI itu sendiri. Nama Mechanical Turk sendiri berasal dari mesin catur abad ke-18 yang ternyata adalah tipuan, dengan pemain catur manusia yang bersembunyi di dalamnya.

Reaksi Komunitas: Platform Sudah Mati Bertahun-tahun Lalu

Keputusan Amazon menuai reaksi beragam. Seorang pengguna Reddit menyatakan bahwa platform ini sebenarnya sudah "mati bertahun-tahun lalu," dengan pekerja dan peneliti mulai meninggalkannya karena maraknya bot dan penipuan. Pengguna yang sama memprediksi, "Seseorang di Amazon pada akhirnya akan memutuskan bahwa menjaga server MTurk tetap berjalan adalah buang-buang waktu dan sumber daya, lalu menarik kabelnya sepenuhnya."

Meski belum ada kepastian kapan layanan akan dihentikan total, langkah Amazon kali ini jelas menunjukkan bahwa masa depan Mechanical Turk sebagai platform crowdsourcing telah memasuki senjakala. Bagi pengguna Indonesia yang masih mengandalkan MTurk, saatnya mulai mencari alternatif platform anotasi data atau pekerjaan mikro lainnya.

Reporter: Bayu Nugroho
Sumber: techcrunch.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top