BOGOR — Musim libur sekolah menjadi berkah bagi pengusaha hotel dan vila di kawasan Puncak. Sekretaris Jenderal PHRI Kabupaten Bogor, Boboy Riswanto, melaporkan okupansi kamar pada malam Minggu lalu mencapai 90 persen, jauh melampaui hari biasa. "Rata-rata seminggu libur sekolah, rata-rata (peningkatan) di atas 50 persen," kata Boboy, Senin (6/7/2026).
Peningkatan ini berdasarkan laporan dari 35 hotel anggota PHRI di Kabupaten Bogor, yang total memiliki sekitar 2.700 kamar. Boboy menekankan angka tersebut belum mencakup vila dan hotel non-anggota yang jumlahnya juga banyak. "Itu yang melaporkan, belum lagi vila-vila yang tidak terdaftar di PHRI," ujarnya.
Tingginya animo wisatawan berimbas pada kepadatan lalu lintas. Satlantas Polres Bogor mencatat total 184.017 kendaraan melintasi Jalan Raya Puncak pada Sabtu (4/7) dan Minggu (5/7). Data dari Gerbang Tol (GT) Ciawi menunjukkan pergerakan kendaraan yang sangat tinggi.
"Berdasarkan data di GT Ciawi kendaraan yang mengarah ke Puncak melalui Tol Jagorawi pada Sabtu (4/7) sebanyak 45.918 kendaraan, kemudian kendaraan yang keluar melalui GT Ciawi sebanyak 47.680 kendaraan," jelas Kanit Turjawali Ipda Aditya Ramadhan Hidayat.
Pada hari Minggu (5/7), tren serupa masih terjadi. Sebanyak 44.533 kendaraan tercatat menuju Puncak, sementara 45.886 kendaraan keluar menuju Jakarta. Kepadatan masih terpantau hingga Senin (6/7) siang karena warga masih memanfaatkan sisa libur sekolah. "(Kondisi lalin) masih sama padat, mengingat masih libur sekolah. Sehingga animo masyarakat berlibur di Puncak tinggi," tambah Aditya.
Fenomena tahunan ini kembali menegaskan posisi Puncak sebagai destinasi wisata favorit warga Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Meski kerap dihadapkan pada kemacetan, daya tarik udara sejuk dan pemandangan alam Puncak tetap menjadi pilihan utama untuk mengisi liburan sekolah. Pemerintah daerah dan kepolisian diimbau untuk terus mengantisipasi lonjakan serupa pada akhir pekan dan libur panjang mendatang.