JAKARTA — Piala Presiden 2026 resmi dijadwalkan bergulir di dua kota, Bandung dan Surabaya, mulai 25 Juli hingga 6 Agustus 2026. Turnamen pramusim edisi kedelapan ini akan mempertemukan delapan klub yang terbagi dalam dua grup dengan total 16 pertandingan.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengumumkan langsung dalam konferensi pers di Studio Emtek, SCTV Tower, Jakarta Pusat, Senin (6/7). Ia menyebut format kompetitif ini dirancang untuk menguji kesiapan klub-klub Indonesia sebelum memasuki kompetisi resmi.
Lima klub Indonesia yang akan berpartisipasi adalah Arema FC, Persib Bandung, Persija Jakarta, Persebaya Surabaya, dan PSMS Medan. Sementara tiga klub dari negara tetangga yang turut meramaikan adalah Port FC Thailand, Tampines Rovers Singapura, dan DPMM FC Brunei Darussalam.
Persib Bandung dan Persebaya Surabaya akan bertindak sebagai tuan rumah untuk sejumlah pertandingan. “Turnamen ini akan sangat menarik karena mempertemukan klub-klub besar Indonesia dengan klub-klub terbaik dari Asia Tenggara,” ujar Erick dalam keterangan yang dilansir laman Kemenpora.
Ketua Steering Committee (SC) Piala Presiden 2026, Maruarar Sirait, mengumumkan kenaikan hadiah bagi juara. “Hadiah juara Piala Presiden tahun ini kami tingkatkan menjadi Rp 6 miliar dari sebelumnya Rp 5,5 miliar,” ungkapnya.
Maruarar juga menekankan agar penyelenggaraan tidak hanya sukses dari sisi pertandingan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi dan sosial. Ia meminta panitia melibatkan pelaku UMKM di sekitar stadion dan menerapkan prinsip daur ulang sampah selama turnamen berlangsung.
Direktur SCM, Harsiwi Ahmad, menyampaikan apresiasinya karena Emtek kembali dipercaya sebagai mitra penyiaran resmi. Ia mengungkapkan bahwa edisi sebelumnya berhasil meraih rating hingga 21,2 persen. “Kami optimistis angka tersebut akan meningkat pada edisi 2026 seiring produksi siaran yang dilakukan secara mandiri oleh Emtek,” kata Harsiwi.
Ketua Organizing Committee (OC) Piala Presiden 2026, Tsamara Amany, memastikan panitia akan menghadirkan penyelenggaraan dengan standar internasional. Selain kualitas pertandingan, pihaknya berkomitmen mendukung pengelolaan sampah berkelanjutan dan pemberdayaan UMKM di sekitar lokasi pertandingan.
Maruarar menambahkan, turnamen ini memiliki peran penting sebagai sarana regenerasi pemain sekaligus meningkatkan kualitas kompetisi antarklub. “Saya optimistis Piala Presiden tahun ini akan berlangsung lebih meriah,” tuturnya.