JAWA BARAT — General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menyatakan timnya tidak ingin terbebani status sebagai juara bertahan. Piala Presiden 2026 yang berlangsung 25 Juli hingga 6 Agustus mendatang akan dimanfaatkan sebagai ajang uji coba tertinggi sebelum kompetisi resmi bergulir.
Arema FC tercatat sebagai tim paling sukses di Piala Presiden dengan koleksi empat trofi (2017, 2019, 2022, dan 2024). Meski begitu, Yusrinal menekankan misi tim tetap sama seperti turnamen pramusim sebelumnya.
"Kalau kami bisa juara, tentu itu menjadi bonus. Tapi tujuan utama kami adalah melihat kesiapan tim sebagai bagian dari persiapan menuju kompetisi," ujar Yusrinal dalam pernyataan resmi di laman klub.
Arema FC tergabung di Grup A bersama Persib Bandung, Tampines Rovers (Singapura), dan DPMM FC (Brunei Darussalam). Seluruh laga fase grup akan berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung.
Ini menjadi tantangan tersendiri bagi Singo Edan. Selain harus menghadapi tuan rumah Persib, mereka juga berjumpa dua tim asing yang tak bisa diremehkan. Pelatih Arema FC dipastikan akan memanfaatkan tiga pertandingan grup untuk merotasi pemain dan menguji skema baru.
Sementara di Grup B, Persebaya Surabaya, Persija Jakarta, PSMS Medan, dan Port FC (Thailand) akan bersaing di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya. Komposisi grup ini juga menyajikan duel klasik antara Bajul Ijo dan Macan Kemayoran sejak fase awal.
Piala Presiden 2026 menjadi ajang pemanasan yang ideal bagi klub-klub Liga 1. Turnamen ini juga kerap dijadikan barometer performa tim sebelum memasuki musim kompetisi yang sesungguhnya.
Bagi Arema FC, mempertahankan gelar bukanlah harga mati. Yang lebih penting, kata Yusrinal, adalah bagaimana tim asuhan pelatih anyar bisa menemukan ritme permainan terbaiknya di turnamen ini.