BOGOR — Suara gelak tawa anak-anak terdengar riuh di sekitar Bendungan Cibalok, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, sejak libur sekolah tiba. Mereka memanfaatkan aliran Sungai Ciliwung yang jernih dan sejuk untuk berenang, bermain air, bahkan melompat dari atas bendungan setinggi sekitar empat meter.
Tempat ini menjadi primadona baru di tengah maraknya destinasi wisata berbayar di kawasan Puncak. Pengunjung seperti Fathan mengaku sengaja datang bersama teman-temannya karena tidak ada biaya masuk, airnya jernih, dan udaranya sejuk.
Bendungan Cibalok berlokasi di Desa Gadog, Megamendung, tidak jauh dari jalur utama menuju Puncak. Air yang mengalir berasal dari hulu Gunung Gede, membuatnya tampak jernih dan mengundang siapa pun yang ingin mendinginkan tubuh setelah perjalanan.
Bagi warga Bogor dan sekitarnya, tempat ini menjadi pilihan untuk mengisi waktu luang tanpa merogoh kocek dalam-dalam. “Ke sini gratis, airnya seger, pemandangannya masih alami,” ujar Fathan, salah seorang pengunjung.
Di balik keseruan bermain air, terdapat risiko yang tidak bisa diabaikan. Melompat dari atas bendungan setinggi empat meter ke sungai sangat berbahaya, apalagi jika debit air tiba-tiba meningkat atau kondisi dasar sungai berubah akibat arus.
Pemerintah desa dan warga sekitar telah mengimbau para pengunjung, terutama anak-anak, untuk lebih berhati-hati. Orang tua diminta mengawasi anak-anak mereka selama beraktivitas di area bendungan demi mencegah terjadinya kecelakaan.
Meski bukan objek wisata resmi, Bendungan Cibalok terus didatangi pengunjung dari berbagai wilayah di sekitar Bogor. Daya tarik utamanya adalah akses gratis, pemandangan alam yang masih asri, serta air sungai yang terlihat bersih dan segar.
Fenomena ini menunjukkan bahwa di tengah menjamurnya tempat wisata berbayar, masyarakat masih mencari alternatif rekreasi yang sederhana dan terjangkau. Namun, keselamatan tetap harus menjadi prioritas utama agar liburan tidak berakhir dengan petaka.