JAKARTA — Kepercayaan pimpinan Polri kepada Brigjen Pol Dr. Mokhamad Ngajib kembali teruji. Ia dipercaya sebagai Perwira Upacara Hari Bhayangkara ke-80. Upacara kenegaraan terbesar Polri pada 2026 itu digelar di Satlat Brimob Cikeas, Bogor, dan dipimpin Presiden Prabowo Subianto.
Pria kelahiran Purbalingga, 7 Desember 1971, ini lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1995 atau angkatan Patria Tama. Kariernya dimulai di Sulawesi Selatan sebagai Pamapta Polwiltabes Ujung Pandang pada 1996-1997. Ia kemudian menjabat Kanit Reserse Intel Polsekta Panakkukang.
Pengalaman di bidang reserse terus ia tempuh. Ia pernah menjadi Kasat Reskrim Polres Sukoharjo, Wakapolres Cilacap, hingga Kasat Narkoba Polrestabes Semarang. Tidak berhenti di situ, ia menjabat Kasubdit III Tindak Pidana Korupsi Ditreskrimsus Polda Jawa Barat pada 2012-2014.
Saat memimpin Polrestabes Makassar pada 2023, nama Mokhamad Ngajib mencuat. Ia mengedepankan pendekatan humanis lewat program Safari Subuh. Ia rutin mengunjungi masjid-masjid untuk berdialog dengan warga dan menyerap aspirasi kamtibmas.
Ia juga beberapa kali menjadi mediator dalam penyelesaian konflik antarkelompok masyarakat dan persoalan internal kampus, termasuk di Universitas Muslim Indonesia (UMI). Meski demikian, ia tetap tegas menindak pelanggaran yang mengganggu ketertiban umum.
Selain pengalaman operasional, Brigjen Ngajib memiliki latar belakang akademik yang kuat. Ia meraih gelar Doktor Ilmu Hukum dari Universitas Padjadjaran (Unpad) pada Desember 2023. Disertasinya membahas formulasi kebijakan hukum pidana terhadap kejahatan siber dan efektivitas penegakan hukum.
Sebelumnya, ia menyandang gelar Sarjana Ilmu Kepolisian (S.I.K.) dan Magister Hukum (M.H.). Kombinasi pengalaman lapangan dan keahlian hukum digital ini menjadi modal penting di tengah meningkatnya kasus kejahatan siber di Indonesia.
Pada Januari 2025, Mokhamad Ngajib dipromosikan menjadi Brigadir Jenderal Polisi. Ia dipercaya menjabat Direktur Samapta Korsabhara Baharkam Polri. Dalam posisi ini, ia bertanggung jawab membina fungsi Samapta di seluruh Indonesia, meliputi pengamanan objek vital nasional, patroli, pengendalian massa, hingga kesiapsiagaan personel.
Penunjukannya sebagai Perwira Upacara HUT Bhayangkara ke-80 pada Juli 2026 menambah daftar panjang kepercayaan institusi. Ia pernah memimpin Polrestabes Palembang dan Polrestabes Makassar sebelum menduduki posisi strategis ini.