BANDUNG — Pergerakan harga pangan di Jawa Barat pada hari ini, Rabu (8/7/2026), menunjukkan tren penurunan pada mayoritas komoditas. Data yang dirilis oleh SP2KP Kemendag pada pukul 16.38 WIB mencatat hanya satu komoditas yang harganya naik, sementara enam komoditas lainnya mengalami penurunan.
Penurunan harga terdalam terjadi pada cabai merah keriting yang turun Rp667 (1,85%) menjadi Rp35.444 per kilogram. Sementara itu, cabai rawit merah yang kerap menjadi biang inflasi juga turun tipis 0,23% menjadi Rp48.778 per kg.
Daging ayam ras dan telur ayam ras ikut terkoreksi. Harga daging ayam ras turun 0,23% menjadi Rp32.602 per kg, sedangkan telur ayam ras turun 0,1% menjadi Rp24.509 per kg. Minyakita yang menjadi andalan masyarakat juga tercatat turun 0,17% menjadi Rp15.674 per liter.
Bawang merah turun 0,43% menjadi Rp40.080 per kg. Adapun komoditas lain seperti beras premium dan medium, gula pasir, serta tepung terigu masih bertahan di harga yang sama dengan hari sebelumnya.
Di tengah tren penurunan, cabai merah besar justru mencatat kenaikan. Komoditas ini melonjak Rp383 (0,96%) menjadi Rp40.321 per kg. Kenaikan ini menjadi satu-satunya pergerakan positif di antara 16 komoditas yang dipantau.
Harga daging sapi paha belakang masih stabil di angka Rp144.099 per kg, sama seperti bawang putih honan yang bertahan di Rp37.727 per kg. Minyak goreng sawit kemasan premium dan curah juga tidak bergerak, masing-masing di Rp21.201 per liter dan Rp19.619 per liter.
Meski penurunannya tipis, tren harga pangan yang mulai melandai bisa menjadi sinyal positif bagi daya beli masyarakat. Cabai rawit merah yang sempat melonjak kini kembali ke kisaran Rp48 ribuan, sementara minyakita masih di bawah Rp16 ribu per liter.
Data ini menjadi acuan bagi pemerintah daerah untuk mengantisipasi lonjakan harga menjelang bulan-bulan tertentu. Konsumen diimbau untuk tetap memantau harga di pasar tradisional setempat yang bisa berbeda dengan harga acuan nasional.