JAWA BARAT — Kapal Very Large Crude Carrier (VLCC) Pertamina Pride memulai pelayaran dari Teluk Arab pada Selasa (7/7) pukul 13.00 waktu Dubai. Setelah menempuh perjalanan penuh risiko, kapal berhasil melewati Selat Hormuz pada pukul 00.15 WIB keesokan harinya. Kapal ini kini tengah melanjutkan perjalanan menuju Kilang Cilacap dan diperkirakan tiba di Indonesia pada 23 Juli 2026.
Sebelum Pertamina Pride, kapal Gamsunoro lebih dulu berhasil keluar dari kawasan Teluk Arab pada 24 Juni 2026. Kedua kapal membawa misi menjaga pasokan minyak mentah untuk kebutuhan kilang dalam negeri. Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menyebut keberhasilan ini buah dari penerapan manajemen risiko yang komprehensif.
"Berkat kerjasama tersebut, Kapal Gamsunoro dan Pertamina Pride bisa keluar dari kawasan Teluk Arab. Keberhasilan ini menunjukkan koordinasi dan kerjasama yang baik seluruh pemangku kepentingan serta kemampuan dalam mengelola risiko," ujar Baron dalam keterangan tertulis, Jumat (10/7).
Selama melintasi area kritikal, kapal dipantau secara ketat selama 24 jam penuh. Awak kapal di laut terus berkoordinasi dengan tim di darat yang bersiaga di crisis center milik PT Pertamina International Shipping (PIS). Pertamina juga mengerahkan dukungan dari Kementerian Luar Negeri dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran, Iran.
Baron menambahkan bahwa keselamatan awak kapal menjadi prioritas utama. "Alhamdulillah seluruh kru Pertamina Pride berada dalam kondisi aman dan kapal dapat melanjutkan pelayaran sesuai rencana menuju Indonesia," tegasnya.
Muatan sekitar 2 juta barel minyak mentah yang diangkut Pertamina Pride sangat vital bagi operasional Kilang Cilacap. Pasokan ini menjadi penopang utama produksi bahan bakar minyak (BBM) nasional. Baron menekankan bahwa keberhasilan ini memperkuat ketahanan energi di tengah situasi Timur Tengah yang masih dinamis.
"Dengan dukungan armada dan sistem pemantauan yang terintegrasi, Pertamina berkomitmen memastikan pasokan energi bagi masyarakat tetap aman, andal, dan berkelanjutan," pungkasnya.