Kadin Jabar Buka 21 Kawasan Industri untuk Investor Singapura, Rebana dan Bandara Kertajadi Jadi Andalan Baru

Penulis: Candra Setiabudi  •  Minggu, 12 Juli 2026 | 13:42:01 WIB
Kadin Jawa Barat membuka 21 kawasan industri untuk menarik investasi dari Singapura.

BANDUNG — Kadin Jawa Barat membidik investor Singapura untuk menanamkan modal di 21 kawasan industri yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota. Dalam pertemuan bisnis di Kantor Kadin Jabar, Bandung, Wakil Ketua Umum Bidang Perekonomian Masrura Ram Idjal memaparkan potensi sektor manufaktur, tekstil, garmen, otomotif, hingga kendaraan listrik yang terus tumbuh di provinsi ini.

"Jawa Barat memiliki keunggulan berupa kawasan industri yang luas, tenaga kerja yang melimpah, serta infrastruktur yang terus berkembang sehingga menjadi daerah yang kompetitif bagi investor," ujar Masrura dalam siaran pers, Minggu (12/7/2026).

Rebana dan Kertajati: Poros Ekonomi Baru di Utara Jawa Barat

Kadin Jabar memperkenalkan Kawasan Rebana sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah utara. Kawasan ini dinilai unggul karena didukung keberadaan BIJB Kertajati dan akses menuju pelabuhan, yang memperkuat rantai logistik bagi industri.

Bandara Kertajati ditargetkan mulai melayani penerbangan internasional pada Agustus 2026. Rute yang direncanakan mencakup Singapura, Kuala Lumpur, Johor Bahru, serta rute domestik menuju Medan, Pekanbaru, Balikpapan, dan Bali. "Peningkatan konektivitas tersebut diharapkan mempermudah mobilitas pelaku usaha sekaligus meningkatkan daya saing investasi Jawa Barat," papar Masrura.

Investor Singapura Soroti Kepastian Regulasi dan Perizinan

Delegasi Singapura yang dipimpin Sekretaris Politik Kedutaan Besar Singapura untuk Indonesia, Esther Lee, menyoroti kepastian regulasi investasi yang kerap berubah. Menanggapi hal itu, Kadin Jabar mengakui koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah masih menjadi tantangan, terutama dalam proses perizinan.

Meski demikian, berbagai pembenahan terus dilakukan melalui percepatan layanan investasi dan pendampingan kepada investor. Kadin menegaskan Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkomitmen menciptakan iklim investasi yang lebih ramah melalui forum bisnis, business matching, dan komunikasi langsung dengan investor.

UMKM Didorong Naik Kelas ke Pasar Ekspor

Selain sektor manufaktur, Kadin Jabar juga mendorong produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu meningkatkan nilai ekspor. Setiap daerah di Jawa Barat memiliki karakteristik tersendiri, termasuk perbedaan upah minimum kabupaten/kota (UMK) yang menjadi pertimbangan investor dalam menentukan lokasi usaha.

Pertemuan ini menegaskan komitmen kedua belah pihak untuk memperkuat kerja sama ekonomi antara Singapura dan Jawa Barat, khususnya di sektor manufaktur, pengembangan Kawasan Rebana, serta konektivitas melalui Bandara Kertajati.

Reporter: Candra Setiabudi
Sumber: jabar.idntimes.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top