BANDUNG — Kadin Jawa Barat membidik investor Singapura untuk menanamkan modal di 21 kawasan industri yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota. Dalam pertemuan bisnis di Kantor Kadin Jabar, Bandung, Wakil Ketua Umum Bidang Perekonomian Masrura Ram Idjal memaparkan potensi sektor manufaktur, tekstil, garmen, otomotif, hingga kendaraan listrik yang terus tumbuh di provinsi ini.
"Jawa Barat memiliki keunggulan berupa kawasan industri yang luas, tenaga kerja yang melimpah, serta infrastruktur yang terus berkembang sehingga menjadi daerah yang kompetitif bagi investor," ujar Masrura dalam siaran pers, Minggu (12/7/2026).
Kadin Jabar memperkenalkan Kawasan Rebana sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah utara. Kawasan ini dinilai unggul karena didukung keberadaan BIJB Kertajati dan akses menuju pelabuhan, yang memperkuat rantai logistik bagi industri.
Bandara Kertajati ditargetkan mulai melayani penerbangan internasional pada Agustus 2026. Rute yang direncanakan mencakup Singapura, Kuala Lumpur, Johor Bahru, serta rute domestik menuju Medan, Pekanbaru, Balikpapan, dan Bali. "Peningkatan konektivitas tersebut diharapkan mempermudah mobilitas pelaku usaha sekaligus meningkatkan daya saing investasi Jawa Barat," papar Masrura.
Delegasi Singapura yang dipimpin Sekretaris Politik Kedutaan Besar Singapura untuk Indonesia, Esther Lee, menyoroti kepastian regulasi investasi yang kerap berubah. Menanggapi hal itu, Kadin Jabar mengakui koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah masih menjadi tantangan, terutama dalam proses perizinan.
Meski demikian, berbagai pembenahan terus dilakukan melalui percepatan layanan investasi dan pendampingan kepada investor. Kadin menegaskan Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkomitmen menciptakan iklim investasi yang lebih ramah melalui forum bisnis, business matching, dan komunikasi langsung dengan investor.
Selain sektor manufaktur, Kadin Jabar juga mendorong produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu meningkatkan nilai ekspor. Setiap daerah di Jawa Barat memiliki karakteristik tersendiri, termasuk perbedaan upah minimum kabupaten/kota (UMK) yang menjadi pertimbangan investor dalam menentukan lokasi usaha.
Pertemuan ini menegaskan komitmen kedua belah pihak untuk memperkuat kerja sama ekonomi antara Singapura dan Jawa Barat, khususnya di sektor manufaktur, pengembangan Kawasan Rebana, serta konektivitas melalui Bandara Kertajati.