Petani Indramayu Mulai Pasang Pompa Air Saat Embung Mengering di Musim Kemarau

Penulis: Darmawan Putra  •  Minggu, 12 Juli 2026 | 17:33:01 WIB
Petani Indramayu mulai memasang pompa air untuk mengatasi embung yang mengering di musim kemarau.

Kondisi ini terpantau pada Minggu (12/7/2026) saat petani bahu-membahu menurunkan mesin diesel dan pipa ke bibir embung yang airnya tersisa tak lebih dari sepertiga kapasitas normal. Beberapa petani mengaku sudah seminggu terakhir mengandalkan pompa untuk menyelamatkan tanaman padi yang mulai menguning sebelum waktunya.

Embung Kering, Petani Andalkan Pompa Air

Embung yang dibangun sejak 2018 itu sebenarnya mampu menampung air hujan untuk irigasi sekitar 50 hektare sawah. Namun, tanpa hujan selama lebih dari sebulan, volume air menyusut drastis. "Kami terpaksa memasang pompa lebih awal tahun ini. Biasanya baru Agustus, sekarang sudah mulai kering sejak akhir Juni," ujar seorang petani setempat.

Pemasangan pompa ini bukan tanpa risiko. Biaya operasional mesin diesel mencapai Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu per hari untuk membeli bahan bakar. Belum lagi biaya perawatan pipa dan selang yang kerap tersumbat lumpur.

Lahan Tadah Hujan Paling Terdampak

Lahan sawah tadah hujan di Indramayu memang paling rentan saat kemarau. Berbeda dengan sawah irigasi teknis yang airnya diatur dari bendungan, sawah tadah hujan hanya mengandalkan air hujan dan embung-embung desa. Saat kemarau datang lebih cepat, petani terpaksa mengeluarkan biaya ekstra untuk pompa.

Kepala Dinas Pertanian Indramayu belum memberikan pernyataan resmi terkait kondisi ini. Namun, petani berharap pemerintah daerah segera menyalurkan bantuan pompa atau setidaknya subsidi solar untuk meringankan beban operasional.

Musim Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Kering

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah memperingatkan bahwa musim kemarau 2026 di sebagian besar Jawa Barat diprediksi lebih kering dari tahun lalu. Fenomena El Nino lemah yang masih berlangsung menyebabkan distribusi hujan tidak merata.

Untuk jangka panjang, petani berharap ada pembangunan embung tambahan atau sumur bor di titik-titik strategis. Sebab, ketergantungan pada satu embung di Balongan dinilai tidak cukup untuk mengairi seluruh lahan tadah hujan di kecamatan tersebut.

Reporter: Darmawan Putra
Sumber: jabar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top