Test Drive Daihatsu Xenia 1.3 CVT: Pemilik Pertama Blak-blakan Soal Irit BBM dan Tenaga Kurang

Penulis: Zulfikar Ahmad  •  Senin, 13 Juli 2026 | 12:02:31 WIB
Pemilik Daihatsu Xenia 1.3 CVT membagikan pengalaman konsumsi bahan bakar yang irit.

JAWA BARAT — Jakarta, KompasOtomotif – Bagi konsumen yang membidik Low MPV (LMPV) untuk mobilitas harian, varian mesin 1.300 cc dengan transmisi CVT kerap jadi pilihan utama. Namun, pengalaman langsung pemilik pertama bisa memberikan gambaran lebih jujur ketimbang brosur spesifikasi.

Syarif, warga Depok, sudah setahun lebih mengandalkan All New Xenia tipe R 1.3 CVT sebagai kendaraan pertamanya. Odometer mobilnya masih tergolong rendah, sekitar 17.000 km, karena mayoritas dipakai untuk rute dalam kota.

“Kelebihan utamanya jelas di konsumsi bensinnya yang lumayan irit, bisa dapat di angka 13-14 km per liter untuk harian,” ujar Syarif kepada Kompas.com.

Irit BBM Jadi Andalan, Tapi Ada Kompromi di Performa

Angka konsumsi bahan bakar itu menjadi alasan utama Syarif bertahan dengan Xenia 1.300 cc. Ia sempat berniat menukar tambah ke mobil dengan kapasitas mesin lebih besar, tapi urung karena pertimbangan biaya operasional.

“Karena kapasitas mesinnya di bawah 1.500 cc, mobil ini juga masih aman dan dibolehkan kalau mau diisi Pertalite,” tambahnya. Di tengah fluktuasi harga BBM non-subsidi, nilai ekonomis mobil ini justru meningkat karena menjaga bujet bulanan.

Namun, efisiensi itu punya konsekuensi. Kombinasi mesin 1.300 cc dan CVT membuat karakter penyaluran tenaga kurang responsif. Pengemudi yang suka agresif bakal kecewa.

“Paling berasa minusnya kalau lagi di jalan tol, agak sulit dan butuh ancang-ancang lebih kalau mau overtake atau nyalip mobil lain,” kata Syarif.

Tanjakan Curam Jadi Ujian, Muatan Penuh Bikin Keringat Dingin

Persoalan lain muncul saat melewati medan menanjak. Jika kabin hanya diisi tiga orang dan barang ringan, tanjakan masih teratasi. Tapi ceritanya berubah drastis saat muatan penuh.

“Kalau diisi penuh pas lewat tanjakan curam, jadi susah menanjak dan rawan selip kalau sampai kehilangan momentum. Jadi harus benar-benar hati-hati,” tutur Syarif.

Untuk menyiasati performa yang moderat, Syarif kerap menyelingi penggunaan BBM dengan oktan lebih tinggi, tidak melulu Pertalite. Menurutnya, kualitas bahan bakar sangat berpengaruh pada responsivitas mesin saat pedal gas diinjak.

Bagi calon pembeli, catatan ini penting: Daihatsu Xenia 1.3 CVT memang unggul dalam efisiensi dan biaya operasional rendah, tapi pengemudi harus siap berkompromi dengan akselerasi yang kurang greget, terutama di jalan tol dan tanjakan terjal. Pilihan ada di tangan, apakah irit harian lebih prioritas atau tenaga ekstra untuk manuver.

Reporter: Zulfikar Ahmad
Sumber: otomotif.kompas.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top