GARUT — Komunitas Bobotoh Kolot Persib Bandung (Boboko) Garut resmi memiliki kepengurusan dan berkomitmen menjadi wadah suporter yang aktif dalam kegiatan sosial. Ketua Boboko Garut, Roni Faisal Adam, mengatakan komunitas ini mengusung filosofi budaya Sunda, silih asah, silih asih, silih asuh, yang diwujudkan melalui kepedulian terhadap sesama.
Setelah deklarasi kepengurusan, Boboko akan bergerak ke berbagai wilayah di Kabupaten Garut untuk memperkenalkan organisasi. Roni menyebutkan sejumlah kegiatan sosial sudah direncanakan, seperti pemberian santunan kepada masyarakat kurang mampu.
Selain itu, komunitas ini juga akan mengadakan nonton bareng pertandingan Persib Bandung. Rencananya, Boboko Garut juga akan memberangkatkan anggota untuk menyaksikan pertandingan langsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).
Boboko Garut membuka keanggotaan bagi masyarakat berusia 35 tahun ke atas. Namun, Roni menjelaskan, calon anggota yang usianya sedikit di bawah batas tersebut tetap dapat diterima apabila dinilai memiliki kedewasaan yang sesuai dengan semangat organisasi.
Dalam waktu singkat sejak kepengurusan berjalan sekitar satu bulan, Boboko Garut telah menghimpun lebih dari 100 anggota yang tersebar di berbagai wilayah. Roni mengungkapkan, proses seleksi sengaja dilakukan agar organisasi memiliki kualitas dan komitmen yang baik.
“Pada dasarnya kami tetap satu keluarga, satu warna biru, hanya berbeda atribut atau komunitas saja,” ujarnya menegaskan bahwa Boboko tidak membedakan diri dengan komunitas suporter Persib lainnya.
Menariknya, keanggotaan Boboko berasal dari berbagai latar belakang profesi tanpa membedakan status sosial. Roni menyebutkan, cukup banyak anggota yang merupakan aparatur sipil negara (ASN).
Boboko tingkat Jawa Barat mulai aktif setelah Idulfitri tahun ini, meski pembentukannya telah dipersiapkan sejak beberapa waktu sebelumnya. Bagi masyarakat yang ingin bergabung, pendaftaran akan dibuka melalui akun Instagram dan TikTok resmi Boboko Garut.
Sekretariat Boboko Garut berlokasi di Jl. Otista No. 250, Garut. Masyarakat dapat memperoleh informasi lebih lanjut mengenai proses pendaftaran di lokasi tersebut.