1.169 Mahasiswa Uniku Diterjunkan ke Enam Kabupaten di Jawa Barat, Fokus Digitalisasi UMKM dan Literasi AI

Penulis: Bayu Nugroho  •  Senin, 13 Juli 2026 | 17:40:31 WIB
mahasiswa Universitas Kuningan (Uniku) diterjunkan ke enam kabupaten di Jawa Barat untuk mengikuti program KKN tematik yang berfokus pada digitalisasi UMKM dan literasi kecerdasan buatan (AI).

KUNINGAN — Ribuan mahasiswa Universitas Kuningan (Uniku) mulai bergerak ke pelosok desa. Mereka adalah peserta KKN tahun ini yang dibagi ke dalam 60 kelompok. Enam kabupaten di Jawa Barat dan satu di Jawa Tengah menjadi lokasi pengabdian mereka.

Rektor Uniku, Dr. Anna Fitri Hindriana, M.Si., menjelaskan tema KKN kali ini adalah “Akselerasi Berdampak Menuju Desa Mandiri dan Berdaya Saing Berbasis Inovasi Lingkungan, Digitalisasi UMKM, dan Literasi Terintegrasi.” Tema ini menyasar tiga isu utama: pengelolaan lingkungan, penguatan UMKM lewat teknologi digital, dan peningkatan literasi di berbagai bidang, termasuk kecerdasan buatan (AI) dan hukum.

Komposisi Peserta: Fakultas Ekonomi Mendominasi

Kepala Bidang Pengabdian Masyarakat LPPM Uniku, Dr. Dadang Solihat, M.Pd.B.I., merinci jumlah peserta berdasarkan fakultas. Fakultas Ekonomi dan Bisnis menjadi kontingen terbesar dengan 469 mahasiswa, disusul Fakultas Ilmu Komputer sebanyak 305 orang. Dari FKIP ada 279 mahasiswa, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan 61 orang, dan Fakultas Hukum 55 mahasiswa.

Komposisi ini mencerminkan kebutuhan desa saat ini. Dengan dominasi mahasiswa ekonomi dan komputer, program KKN diharapkan mampu mendorong UMKM desa untuk go digital dan mengelola potensi lokal secara lebih profesional.

Pesan Bupati: Jadilah Mitra, Bukan Pengguru

Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, mengapresiasi konsistensi Uniku dalam menjadikan KKN sebagai ruang pengabdian nyata. Ia menilai Uniku telah menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam pembangunan.

“Atas nama Pemerintah Daerah menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada sivitas akademika Uniku yang terus konsisten menjadikan KKN bukan hanya sebagai kewajiban akademik, tetapi sebagai ruang pengabdian nyata kepada masyarakat,” ujarnya dalam sambutan.

Pesan serupa disampaikan Ketua Dewan Pembina YPSAK, Prof. Dr. Eeng Ahman, MS. Ia mengingatkan mahasiswa untuk menjaga nama baik almamater dan menghormati kearifan lokal.

“Jangan Menggurui Warga”

Prof. Eeng secara spesifik meminta mahasiswa tidak bersikap sebagai pembawa petuah di desa. Ia menekankan pentingnya posisi mahasiswa sebagai mitra yang berjalan beriringan dengan masyarakat.

“Jadilah representasi yang baik dari almamater. Jaga nama baik Universitas Kuningan dengan mengedepankan etika, sopan santun, dan kearifan lokal. Hormati adat istiadat setempat, dengarkan keluh kesah warga, dan tempatkan diri kalian bukan sebagai pembawa petuah yang menggurui, melainkan sebagai mitra yang berjalan beriringan bersama masyarakat,” ujarnya.

Target Dampak: dari Lingkungan hingga AI

Rektor Anna berharap dosen pembimbing lapangan (DPL) bisa mendampingi mahasiswa secara efisien dan efektif. Ia menekankan program KKN harus memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi desa.

“KKN bukan sekadar kewajiban akademik, tetapi ruang bagi mahasiswa untuk hadir bersama masyarakat, memahami persoalan, dan memberikan solusi yang berkelanjutan,” kata Rektor Anna.

Dengan tema yang menyasar digitalisasi UMKM dan literasi AI, KKN Uniku tahun ini menjadi salah satu yang terdepan di Priangan Timur. Enam kabupaten sasaran punya potensi besar untuk dikembangkan, mulai dari sektor pertanian di Ciamis hingga sentra industri kecil di Cirebon dan Indramayu. Mahasiswa diharapkan bisa membawa perubahan yang terukur di sana.

Reporter: Bayu Nugroho
Sumber: terasjabar.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top