Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Janjikan Santunan Rp 25 Juta untuk 12 Korban Tewas Kecelakaan Maut di Jalur Pantura Indramayu

Penulis: Candra Setiabudi  •  Senin, 13 Juli 2026 | 22:44:01 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menjanjikan santunan Rp 25 juta per orang bagi 12 korban tewas dalam kecelakaan maut di Jalur Pantura Indramayu.

INDRAMAYU — Duka mendalam masih menyelimuti Kabupaten Indramayu pasca kecelakaan maut yang merenggut 12 jiwa di Jalur Pantura. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM, langsung merespons tragedi tersebut dengan menjanjikan santunan bagi setiap keluarga korban.

Melalui video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, Dedi Mulyadi menyatakan akan segera mengunjungi keluarga korban untuk menyerahkan bantuan duka cita sebesar Rp 25 juta per orang. “Kami akan segera berkunjung ke keluarga korban dan menyampaikan bantuan duka sebesar Rp 25 juta per orang sebagai bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang selalu hadir dalam berbagai peristiwa duka yang dialami masyarakat,” ujarnya.

Rombongan Pengantin Jadi Korban di Jalur Pantura

Kecelakaan terjadi saat sebuah mobil pikap yang mengangkut rombongan warga usai menghadiri acara pernikahan tertabrak truk. Benturan keras itu menyebabkan 12 orang meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara enam lainnya mengalami luka-luka dan dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat.

Dedi Mulyadi mengaku sangat berduka atas musibah yang menimpa rombongan tersebut. Ia mendoakan seluruh korban agar mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. “Duka yang mendalam kami sampaikan kepada seluruh korban kecelakaan lalu lintas mobil pikap pengangkut rombongan pengantin yang tertabrak truk hingga mengakibatkan 12 orang meninggal dunia di Kabupaten Indramayu,” kata KDM dalam pernyataannya.

Santunan Rp 25 Juta Per Orang untuk Keluarga yang Ditinggalkan

Bantuan duka sebesar Rp 25 juta per orang ini diharapkan dapat sedikit meringankan beban keluarga yang kehilangan anggota keluarganya secara mendadak. Dedi Mulyadi menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan hadir mendampingi keluarga korban, tidak hanya sebatas memberikan santunan.

Selain menjanjikan kunjungan langsung, Gubernur Dedi Mulyadi juga mengingatkan soal bahaya mengangkut penumpang menggunakan mobil pikap. Imbauan ini menjadi penting mengingat moda transportasi tersebut kerap digunakan di pedesaan untuk mengangkut rombongan dalam jumlah besar, padahal tidak dirancang untuk keselamatan penumpang.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti kecelakaan di Jalur Pantura Indramayu tersebut.

Reporter: Candra Setiabudi
Sumber: radarcirebon.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top