CIANJUR — Angka kunjungan harian ke Kebun Raya Cibodas (KRC) selama libur sekolah mencapai 3.000 orang, melonjak 30 persen dibandingkan akhir pekan biasa. Peningkatan ini didorong oleh libur panjang yang bertepatan dengan akhir tahun ajaran, membuat kawasan wisata di kaki Gunung Gede-Pangrango itu menjadi pilihan utama keluarga.
Untuk mempertahankan animo pengunjung, pengelola menghadirkan sejumlah kegiatan tambahan. Mulai dari bazar UMKM, area bermain anak, hingga wisata edukasi tanaman di taman-taman tematik seperti Taman Terrarium, Platycerium, dan Anggrek.
"Kami juga menggelar pelatihan merangkai bunga yang bisa diikuti wisatawan," ujar Zaenal Arifin di Cianjur, Senin. Kegiatan ini, menurutnya, tidak hanya menjadi hiburan tetapi juga memberikan pengalaman belajar bagi keluarga.
Pihak pengelola berencana menjadikan kegiatan tersebut sebagai agenda rutin setiap akhir pekan. Langkah ini diambil agar lonjakan kunjungan tidak hanya terjadi saat libur sekolah, tetapi juga berkelanjutan di hari libur lainnya.
"Kami berharap angka kunjungan terus meningkat, sehingga dampak ekonominya bisa dirasakan warga sekitar yang membuka usaha," tambah Zaenal. Kebun raya yang memiliki koleksi jutaan tanaman langka ini juga mengandalkan wisata edukasi sebagai nilai jual utama.
Kehadiran pengunjung yang ramai selama libur panjang ikut menggerakkan perekonomian lokal. Pelaku UMKM yang membuka gerai di dalam dan luar kawasan KRC menikmati peningkatan omzet. Pengelola menilai sinergi antara atraksi wisata dan usaha rakyat ini perlu terus diperkuat.
Selain bazar, setiap akhir pekan pengelola juga menyediakan kelas menanam bunga. Program ini diharapkan bisa menjadi agenda rutin yang memperkuat posisi Kebun Raya Cibodas sebagai destinasi wisata edukasi berbasis alam di Jawa Barat.