JAWA BARAT — Laga semifinal yang mempertemukan dua raksasa sepak bola, Inggris dan Argentina, akan digelar di Atlanta pada Rabu (waktu setempat) pukul 20:00 BST. BBC One dijadwalkan menyiarkan langsung pertandingan ini.
Elfath bukan nama asing bagi Lionel Messi. Ia menjadi wasit saat Messi mengangkat trofi pertamanya bersama Inter Miami — kemenangan adu penalti atas Nashville SC di final Leagues Cup 2023. Sebelumnya, ia juga menjadi wasit keempat saat Argentina mengalahkan Prancis di final Piala Dunia 2022.
Fakta ini langsung menjadi perbincangan hangat di media sosial. Banyak yang menyebut Elfath sebagai "jimat keberuntungan" Messi. Namun, sang wasit tentu akan berusaha memimpin laga secara profesional tanpa memihak.
Selama Piala Dunia edisi kali ini, Elfath telah memimpin tiga pertandingan: Jepang vs Belanda, Uruguay vs Spanyol (fase grup), dan kemenangan Norwegia atas Brasil di babak 16 besar. Ia mengeluarkan enam kartu kuning dan satu kartu merah langsung untuk gelandang Uruguay, Agustin Canobbio, akibat tekel tinggi ke bek Spanyol, Pau Cubarsi.
Setelah kartu merah itu, Canobbio terlihat emosi dan sempat menarik jersey Elfath sebelum ditenangkan rekan setimnya.
Keputusan FIFA menunjuk Elfath bukan tanpa alasan. Regulasi badan sepak bola dunia melarang wasit memimpin pertandingan yang melibatkan negara asalnya sendiri. Tapi tak hanya itu. Wasit asal Inggris seperti Michael Oliver dan Anthony Taylor, serta wasit Argentina Facundo Tello, juga dilarang memimpin laga Inggris vs Argentina.
Alasannya: konflik politik antara kedua negara, terutama terkait Perang Falklands pada 1982. Regulasi yang sama juga membuat Taylor tak bisa memimpin final Piala Dunia 2022 antara Argentina dan Prancis.
Elfath akan ditemani dua asisten wasit senegaranya, Corey Parker dan Kyle Atkins. Wasit keempat berasal dari Italia, Maurizio Mariani. Sementara itu, baik wasit Inggris maupun Argentina juga otomatis gugur untuk laga perebutan tempat ketiga, karena laga itu pasti melibatkan salah satu dari dua negara tersebut.
Elfath sendiri punya latar belakang unik. Lahir di Maroko, ia pindah ke Amerika Serikat pada usia 18 tahun setelah memenangkan lotere visa keberagaman yang didukung pemerintah AS. Kariernya di Major League Soccer (MLS) dimulai sejak 2012 dan ia dua kali dinobatkan sebagai wasit terbaik liga.