Para petani penggarap yang tergabung dalam kelompok tani setempat menilai pengukuran lahan oleh BPN merupakan langkah strategis yang telah lama dinantikan. Selama ini, ketidakjelasan status lahan kerap menjadi sumber keresahan bagi warga yang menggantungkan hidup dari hasil bumi di kawasan tersebut.
Salah satu petani penggarap, Jono, menyatakan bahwa proses pengukuran ini menjadi titik terang bagi ratusan kepala keluarga di Desa Pasirjaya. Menurutnya, lahan garapan merupakan satu-satunya sumber mata pencaharian yang menopang kebutuhan sehari-hari.
"Bagi kami para petani, lahan yang selama ini digarap merupakan sumber mata pencaharian dan penopang kehidupan keluarga. Karena itu, kami mendukung penuh pengukuran yang dilakukan BPN agar data di lapangan jelas dan dapat dipertanggungjawabkan," ujar Jono dalam deklarasi tersebut.
Jono menambahkan, kepercayaan terhadap BPN sebagai lembaga yang memiliki kewenangan di bidang pertanahan menjadi alasan utama para petani memberikan dukungan. Ia berharap hasil pengukuran resmi dapat meminimalisir potensi sengketa di masa depan.
Dalam deklarasi itu, para petani penggarap juga berkomitmen untuk menjaga kelancaran seluruh tahapan pengukuran. Mereka mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menghormati proses yang tengah berjalan dan tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu ketertiban.
"Kami para petani penggarap satu suara mendukung pengukuran lahan oleh BPN. Kami mengajak semua pihak untuk menghormati proses ini dan bersama-sama menjaga situasi tetap aman serta kondusif," tegas Jono.
Para petani berharap langkah ini menjadi awal terciptanya tertib administrasi pertanahan di wilayah Cigombong. Dengan data yang akurat, setiap persoalan terkait kepemilikan dan penguasaan lahan dapat diselesaikan secara transparan berdasarkan fakta di lapangan.
"Harapan kami sederhana, pengukuran ini berjalan lancar dan menghasilkan data yang akurat. Semoga hasilnya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, pemerintah, dan tentunya para petani yang selama ini menggantungkan hidup dari lahan tersebut," pungkas Jono.
Proses pengukuran lahan oleh BPN Kabupaten Bogor di Desa Pasirjaya dijadwalkan berlangsung dalam beberapa pekan ke depan. Dukungan dari para petani penggarap menjadi modal sosial penting bagi pemerintah daerah dalam menyelesaikan persoalan pertanahan yang kerap kali kompleks di wilayah penyangga ibu kota ini.