Kuningan Buka 5.000 Lowongan Kerja, Tapi Masih Punya 50 Ribu Penganggur – Angka Ini yang Bikin Pemkab Pusing

Penulis: Darmawan Putra  •  Kamis, 16 Juli 2026 | 09:47:01 WIB
lowongan kerja di Kuningan hanya mampu menyerap sepuluh persen dari total 50.000 warga yang tercatat menganggur.

KUNINGAN — Setiap lowongan kerja yang dibuka di Kabupaten Kuningan seolah menjadi rebutan. Pasalnya, dari 5.000 posisi yang tersedia, pemerintah daerah masih harus memikirkan nasib sekitar 50 ribu warga yang tercatat menganggur. Data ini menunjukkan bahwa rasio antara lowongan dan penganggur di Kuningan saat ini berada di angka 1:10.

Mengapa Lowongan Baru Tak Cukup Menguras Antrean Penganggur?

Pembukaan 5.000 lowongan kerja tentu menjadi angin segar. Namun, jika dibandingkan dengan total penganggur yang mencapai lima puluh ribu orang, angka itu hanya mampu menyerap sepuluh persen dari total kebutuhan. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi setempat menyebutkan bahwa sebagian besar penganggur adalah lulusan SMA dan SMK yang belum memiliki keterampilan spesifik sesuai kebutuhan industri.

“Kami terus mendorong program pelatihan vokasi agar para pencari kerja bisa bersaing. Tapi memang tidak instan,” ujar seorang pejabat Disnakertrans Kuningan dalam keterangan resmi.

Sektor Apa Saja yang Buka Lowongan?

Lowongan yang tersebar di Kuningan ini berasal dari sektor manufaktur, perdagangan, dan jasa. Beberapa perusahaan di kawasan industri Clangap dan sekitarnya menjadi penyumbang terbesar. Pemerintah daerah juga menggandeng platform digital untuk mempermudah akses informasi lowongan bagi warga di 32 kecamatan.

  • Manufaktur dan garmen: menyerap tenaga kerja terbanyak
  • Perdagangan ritel: butuh staf kasir hingga gudang
  • Jasa perhotelan dan pariwisata: mulai pulih pasca-pandemi

Dampak ke Warga: Antara Harapan dan Realita

Bagi warga seperti Andri (24), lulusan SMK asal Kecamatan Cilimus, lowongan ini adalah tiket keluar dari masa menganggur yang sudah dijalaninya selama dua tahun. “Saya sudah daftar di tiga perusahaan. Semoga ada panggilan,” katanya.

Tapi di sisi lain, banyak juga yang mengeluhkan syarat administrasi yang memberatkan, seperti pengalaman kerja minimal satu tahun atau sertifikat keahlian yang mahal. Pemerintah kabupaten berjanji akan memfasilitasi pelatihan gratis bagi pelamar yang belum memenuhi kualifikasi.

Apa Langkah Selanjutnya dari Pemkab Kuningan?

Pemkab Kuningan tidak hanya mengandalkan lowongan dari perusahaan swasta. Mereka juga menggenjot program kewirausahaan dan padat karya tunai desa. Selain itu, kerja sama dengan perusahaan di luar daerah juga dijajaki untuk membuka akses kerja bagi warga Kuningan yang ingin merantau.

“Kami optimistis, dengan kolaborasi semua pihak, angka pengangguran bisa ditekan bertahap. Tapi butuh waktu dan konsistensi,” tutup pejabat Disnakertrans.

Reporter: Darmawan Putra
Sumber: bandung.bisnis.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top