TASIKMALAYA — Gedung Perkumpulan Koperasi Kabupaten Tasikmalaya (PKKT) yang berdiri sejak 1934 menjadi saksi lahirnya Hari Koperasi nasional. Di sinilah Kongres Pertama Koperasi Indonesia digelar pada 11-14 Juli 1947, dan tanggal 12 Juli kemudian ditetapkan sebagai Hari Koperasi.
Namun pada Agresi Militer Belanda II tahun 1949, gedung ini dibakar habis oleh tentara Belanda. Banyak dokumen penting terkait kongres ikut lenyap dalam peristiwa tersebut. Saat ini kondisi gedung sudah ambruk, hanya tersisa fondasi dan beberapa perabot.
Ketua Panitia Pelaksana Agus Rusdianto dalam sambutannya menuturkan semangat gotong royong tetap hidup meski bangunan luluh lantak. “Semangat itu yang terus kami jaga sampai hari ini,” katanya.
Di antara puing-puing, masih tersisa meja dan kursi tamu yang selamat dari pembakaran. Kursi tersebut bernilai sejarah tinggi karena pernah diduduki oleh Wakil Presiden pertama RI Mohammad Hatta saat berkunjung ke PKKT setelah kongres.
Fakta lain, investor sempat menawar kawasan ini seharga Rp60 miliar. Agus Rusdianto mengaku menolak meskipun gedung sudah tidak beratap. “Saya sebagai ketua PKKT tidak mau menyerahkan bangunan ini,” ujarnya.
Penolakan itu membuahkan hasil. Pemerintah akhirnya turun tangan dengan menetapkan kawasan Tugu Koperasi sebagai cagar budaya dan merencanakan revitalisasi total.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono menjelaskan kawasan ini akan dikembangkan sebagai pusat edukasi, inovasi, dan ekonomi kerakyatan. “Kami ingin generasi muda bisa belajar sejarah koperasi langsung di tempat ini,” ujarnya di lokasi.
Sementara Menteri Kebudayaan Fadli Zon menambahkan, revitalisasi adalah bentuk penghormatan negara terhadap peristiwa penting. “Dari Tasikmalaya inilah semangat koperasi pertama kali digaungkan secara nasional. Harapannya setelah direvitalisasi, kawasan ini bisa menjadi destinasi wisata sejarah sekaligus pusat pemberdayaan UMKM,” katanya.
Acara pencanangan diawali dengan penelusuran lorong bangunan yang sudah ambruk oleh kedua menteri dan pejabat dari wilayah Priangan Timur. Rencana pengembangan mencakup restorasi struktur, penyediaan ruang pameran, dan area komersial bagi pelaku UMKM setempat.