BANDUNG — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat menargetkan seluruh warganya menikmati akses listrik pada 2027. Gubernur Dedi Mulyadi menyebut jumlah warga yang belum berlistrik kini tersisa sekitar 70.000 jiwa, turun drastis dari sebelumnya 500.000 jiwa.
"Jawa Barat mentargetkan tahun depan, seluruh rakyat Jawa Barat sudah punya listrik. Dari 500.000 yang tidak punya listrik, sekarang tinggal 70.000 lagi. Tahun depan tuntas," kata Dedi di Bandung, Rabu.
Dedi juga mendorong agar masyarakat yang tinggal di daerah penghasil energi mendapat manfaat langsung. Ia mengusulkan tarif listrik yang lebih murah, bahkan gratis, bagi desa-desa yang menjadi lokasi pembangkit listrik.
"Daerah di mana energi itu dilahirkan, listrik dilahirkan, mereka harus mendapatkan listrik yang murah dari PLN," ujarnya.
Menurut Dedi, daerah yang dimaksud meliputi penghasil energi geotermal, pembangkit listrik tenaga surya, pembangkit listrik tenaga sampah, dan pembangkit listrik tenaga air.
Pemberian manfaat langsung kepada warga sekitar sumber energi dinilai akan mendorong kepedulian dalam menjaga keberlanjutan pembangkit. Dedi mencontohkan, jika listrik di desa penghasil geotermal gratis, warga akan lebih bersyukur dan ikut menjaga sumber daya tersebut.
"Penghasil geotermal, bila perlu desanya listriknya harus gratis. Kenapa? Mereka akan bersyukur, 'Tempat saya melahirkan geotermal, manfaatnya bagi saya adalah listrik di desa saya gratis.' Untuk itu, jaga geotermal," katanya.
Dedi menilai masih terdapat ironi karena masyarakat yang tinggal di sekitar pembangkit energi di sejumlah daerah belum seluruhnya menikmati layanan listrik secara memadai. Pemprov Jabar berharap pembangunan infrastruktur energi dapat memperluas akses listrik dan meningkatkan kesejahteraan warga secara merata di seluruh wilayah provinsi.