CIREBON — Bazar perikanan yang digelar DKPP Kabupaten Cirebon tidak sekadar ajang jual beli. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi jembatan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar) untuk menjangkau pembeli secara langsung.
Kepala DKPP Kabupaten Cirebon Sudiharjo mengatakan, program ini dirancang untuk memperkenalkan beragam produk unggulan perikanan kepada masyarakat. "Bazar ini rutin kami laksanakan. Melalui program ini kami ingin meningkatkan konsumsi ikan masyarakat, memperluas pemasaran produk UMKM perikanan, sekaligus memperkuat perekonomian pelaku usaha perikanan lokal," katanya di Cirebon, Rabu.
Berbagai komoditas tersedia di bazar tersebut. Mulai dari ikan segar, hasil budidaya, frozen seafood, hingga aneka olahan seperti bakso ikan, abon, kerupuk, ikan pindang, sambal ikan, terasi, keripik, dan pepes.
"Masyarakat dapat memperoleh berbagai komoditas, mulai dari ikan segar, hasil budidaya, frozen seafood, hingga aneka produk olahan," ujar Sudiharjo.
Kabupaten Cirebon memiliki potensi sumber daya kelautan dan perikanan yang besar. Berdasarkan data DKPP, produksi perikanan tangkap pada 2025 mencapai 37.163,88 ton dengan nilai ekonomi sekitar Rp1,22 triliun.
Komoditas rajungan menjadi penyumbang terbesar, dengan volume 5.775,44 ton senilai sekitar Rp404,28 miliar. Disusul udang dogol senilai Rp133,41 miliar dan udang jerbung sebesar Rp87,65 miliar.
Di sektor hilir, produksi olahan hasil perikanan sepanjang 2025 mencapai 12.884,72 ton dengan nilai ekonomi sekitar Rp444,23 miliar. Produk segar, pemindangan, dan pembekuan mendominasi pengolahan tersebut.
Pemerintah daerah juga mengampanyekan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan). Langkah ini untuk meningkatkan konsumsi ikan yang kaya protein, omega-3, vitamin, dan mineral.
"Ikan sangat bermanfaat untuk mendukung pertumbuhan balita, meningkatkan kecerdasan anak, menjaga kesehatan jantung, meningkatkan daya tahan tubuh, serta mewujudkan keluarga yang sehat dan berkualitas," kata Sudiharjo.
DKPP mendorong pelaku UMKM memanfaatkan sistem pembayaran digital melalui QRIS. Transaksi lebih mudah dan daya saing usaha perikanan di tengah ekonomi digital semakin kuat.
"Karena itu, kami mengajak masyarakat menjadikan ikan sebagai menu utama keluarga setiap hari, sekaligus membantu memajukan sektor perikanan di Cirebon," pungkasnya.