Mahasiswa KKN UIB di Desa Kalong Sawah Bekali Pelajar SMK Literasi Keuangan Digital untuk Lawan Judi Online dan Pinjol Ilegal

Penulis: Zulfikar Ahmad  •  Jumat, 21 Agustus 2026 | 17:44:32 WIB
Pelajar SMK Giri Taruna mengikuti literasi keuangan digital yang digelar mahasiswa KKN UIB di Desa Kalong Sawah, Kabupaten Bogor.

Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) 21 Universitas Islam Bogor (UIB) Ummul Quro Al-Islami University menggelar literasi keuangan digital bagi pelajar SMK Giri Taruna di Desa Kalong Sawah, Kabupaten Bogor. Kegiatan bertema "Meningkatkan Literasi Keuangan Digital sebagai Upaya Pencegahan Judi Online di Kalangan Generasi Muda" ini menyasar siswa jurusan administrasi keuangan agar mampu membedakan layanan keuangan legal dan ilegal.

KABUPATEN BOGOR — Puluhan pelajar SMK Giri Taruna di Desa Kalong Sawah mendapat pembekalan khusus tentang pengelolaan keuangan di era digital dari mahasiswa KKN Kelompok 21 Universitas Islam Bogor (UIB). Materi yang diangkat fokus pada pencegahan judi online (judol) dan pinjaman online (pinjol) ilegal yang kian marak menyasar remaja.

Kegiatan ini digagas sebagai respons atas tingginya risiko finansial yang dihadapi generasi muda di ruang digital. Para siswa diajak memahami cara mengelola uang secara bijak sekaligus waspada terhadap modus-modus penipuan berkedok investasi dan pinjaman cepat.

Pentingnya Literasi Keuangan Sejak Dini bagi Pelajar

Ketua KKN Kelompok 21, Fazbahillah, menegaskan bahwa pemahaman soal keuangan digital tidak bisa ditunda. Menurutnya, remaja harus dibekali kemampuan mengambil keputusan finansial yang tepat agar tidak terjebak pada konsumsi yang merugikan di masa depan.

Apresiasi datang dari Kepala Program Studi SMK Giri Taruna, Eva F. S.Sos.I. Ia menilai materi yang dihadirkan sangat relevan, terlebih sekolahnya memiliki jurusan keahlian administrasi keuangan.

"Kegiatan literasi keuangan di kalangan remaja ini sangat relevan dengan keadaan. Apalagi di sekolah kami terdapat kejuruan keahlian administrasi keuangan, sehingga acara ini sangat bermanfaat untuk anak-anak siswa SMK Giri Taruna," ujarnya.

Mengenali Ciri-Ciri Situs dan Aplikasi Judi Online

Materi utama disampaikan Dr. C. Jamaluddin, MEI, dosen tetap Program Studi Ekonomi Syariah UIB sekaligus Direktur Pusat Studi Islam UIB. Ia memaparkan cara mengenali tautan, aplikasi, situs web, gim online, hingga iklan yang mengarah ke judi online.

Jamaluddin menekankan langkah krusial sebelum memakai layanan keuangan digital: cek legalitas penyedia jasa. Masyarakat, khususnya pelajar, harus memastikan lembaga tersebut terdaftar resmi atau justru beroperasi ilegal.

Membedakan Kebutuhan dan Keinginan untuk Cegah Pinjol

Selain soal judi online, peserta juga dilatih membedakan kebutuhan dan keinginan. Kemampuan ini dinilai penting agar anak muda tidak mudah tergoda mengajukan pinjaman online hanya untuk membeli barang konsumtif.

Dengan memahami skala prioritas, risiko keuangan jangka panjang bisa dimitigasi sejak dini. Jamaluddin juga mengingatkan bahaya membagikan data pribadi seperti NIK dan nomor rekening di ruang digital.

"Data pribadi yang tersebar berpotensi disalahgunakan oleh pihak lain untuk berbagai kepentingan, termasuk aktivitas pinjaman online," jelasnya.

Sikap Kritis dan Pendampingan Orang Terdekat

Para pelajar diingatkan untuk tidak mudah percaya pada tawaran menggiurkan yang muncul di media sosial, pesan pribadi, atau iklan digital. Jika menemukan hal mencurigakan, mereka dianjurkan segera meminta pendampingan orang tua, wali, atau guru.

Kegiatan yang dipandu Nurinsi dan Syifan, serta dimoderatori Risya ini diharapkan menjadi bekal bagi pelajar menghadapi perkembangan dunia digital yang makin pesat. Ketiganya merupakan mahasiswa UIB yang tengah menjalankan program KKN di Desa Kalong Sawah.

Reporter: Zulfikar Ahmad
Sumber: bogordaily.net This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top