TASIKMALAYA — Pemerintah Kota Tasikmalaya memperluas kolaborasi dengan elemen keagamaan untuk memastikan pembangunan daerah berjalan seiring dengan penguatan karakter masyarakat. Wakil Wali Kota Rd. Diky Candra Negara menyampaikan hal tersebut di hadapan para santri dan tokoh agama dalam acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Sulalatul Huda, Selasa (25/8/2026).
Diky menilai momentum Maulid Nabi menjadi ruang yang tepat untuk meneladani sifat Rasulullah SAW sekaligus memperkuat tali persaudaraan antarwarga. Ia juga menyebut kegiatan keagamaan semacam ini berperan dalam menumbuhkan kepedulian sosial terhadap pembangunan masyarakat.
Diky menekankan bahwa kemajuan sebuah kota tidak hanya diukur dari infrastruktur yang berdiri, tetapi juga dari kualitas moral warganya. Karena itu, sinergi antara pemerintah dan pesantren dinilai menjadi modal penting untuk mewujudkan Kota Tasikmalaya yang maju tanpa meninggalkan nilai religius.
“Pemerintah Kota Tasikmalaya berkomitmen untuk terus membangun kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk pondok pesantren dan organisasi keagamaan, dalam mewujudkan pembangunan daerah yang tidak hanya berorientasi pada aspek fisik, tetapi juga pada pembangunan sumber daya manusia yang berkarakter dan berakhlak mulia,” ujar Diky dalam sambutannya.
Diky berharap hubungan antara pemerintah dan elemen keagamaan dapat terus diperkuat ke depannya. Ia menilai pesantren, ulama, dan tokoh agama memiliki peran strategis dalam membentuk karakter warga yang menjunjung nilai akhlak mulia.
Kolaborasi lintas elemen ini diharapkan tidak hanya mendukung pembangunan fisik semata, tetapi juga memperkuat kehidupan sosial dan keagamaan di masyarakat. Dengan begitu, pembangunan yang sedang berjalan di Kota Tasikmalaya tetap berpijak pada karakter masyarakat yang religius.