DTPHP Cianjur Bangun 15 Unit Irigasi Perpompaan di 5 Kecamatan, 960 Hektare Sawah Terancam Kekeringan

Penulis: Bayu Nugroho  •  Kamis, 27 Agustus 2026 | 01:34:32 WIB
DTPHP Cianjur membangun 15 unit irigasi perpompaan di lima kecamatan untuk mengantisipasi kekeringan pada 960 hektare lahan sawah.

Sebanyak 960 hektare lahan pertanian di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, terancam kekeringan akibat musim kemarau yang berlangsung dua bulan terakhir. Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Cianjur merespons dengan membangun 15 unit irigasi perpompaan yang tersebar di lima kecamatan sebagai upaya menekan angka gagal panen.

CIANJUR — Ancaman kekeringan melanda lahan pertanian di 15 kecamatan di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Data Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Cianjur mencatat luas lahan terdampak mencapai 960 hektare, dengan kategori kerusakan bervariasi dari ringan hingga puso (gagal panen).

Kepala Bidang Tanaman Pangan DTPHP Cianjur, Dandan Hendrayana, menyebutkan wilayah dengan lahan terancam paling luas berada di Kecamatan Cibeber, mencapai 191 hektare. Kecamatan lain yang masuk kategori terdampak berat meliputi Gekbrong, Cilaku, dan Sukaluyu.

Distribusi 15 Unit Pompa Air untuk Lahan Kering

Untuk mengantisipasi meluasnya dampak kekeringan, DTPHP Cianjur membangun irigasi perpompaan di lima kecamatan. Titik terbanyak berada di Kecamatan Agrabinta dengan enam unit, disusul Cidaun dan Kadupandak masing-masing tiga unit, serta Cikalongkulon satu unit dan Cibeber dua unit.

"Pembangunan irigasi perpompaan sebagai upaya memenuhi kebutuhan air ratusan hektar lahan pertanian di masing-masing kecamatan selama musim kemarau, sehingga dapat menekan angka gagal panen pada musim tanam kali ini," ujar Dandan di Cianjur, Rabu.

244 Unit Pompa Air Telah Disalurkan Sepanjang 2025

Langkah pembangunan infrastruktur ini merupakan bagian dari program yang lebih besar. Sepanjang tahun 2025, DTPHP Cianjur telah menyalurkan sebanyak 244 unit pompa air ke seluruh kecamatan di kabupaten tersebut.

Bantuan tersebut diharapkan berfungsi optimal saat menghadapi musim kemarau panjang seperti yang terjadi tahun ini. Selain itu, fasilitas pengendalian kekeringan berupa pompanisasi air permukaan juga telah dilaksanakan pada 2025.

Kekeringan yang melanda Cianjur ini menjadi perhatian serius, mengingat sektor pertanian merupakan penopang utama perekonomian warga di sejumlah kecamatan. Para petani pun berharap bantuan pompa air dan irigasi ini dapat segera beroperasi agar tanaman padi mereka tetap terselamatkan hingga masa panen tiba.

Reporter: Bayu Nugroho
Sumber: jabar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top