JAWA BARAT — Berdasarkan data RTI Infokom, nilai transaksi yang terjadi di bursa mencapai Rp15,15 triliun dengan volume perdagangan sekitar 35,3 miliar saham dan frekuensi transaksi sebanyak 2 juta kali. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 328 saham terkoreksi, sementara 276 saham menguat dan 188 saham stagnan.
Pelemahan IHSG ini sejalan dengan mayoritas sektor yang bergerak di zona negatif. Tercatat tujuh dari sebelas indeks sektoral melemah, dengan sektor industri menjadi penekan utama setelah terkoreksi hingga 0,9 persen.
Di kawasan Asia, pergerakan bursa saham terpantau bervariasi pada penutupan sesi Jumat. Indeks Hang Seng Composite di Hong Kong berhasil menguat 0,07 persen, sementara indeks Nikkei 225 di Jepang naik lebih tinggi 0,41 persen.
Di sisi lain, indeks Shanghai Composite di China justru melemah 0,11 persen dan indeks Straits Times di Singapura turun tipis 0,07 persen. Kondisi berbeda justru terlihat di Eropa dan Amerika Serikat yang kompak menghijau.
Indeks DAX di Jerman menguat 0,63 persen dan FTSE 100 di Inggris naik 0,22 persen. Sementara di Amerika Serikat, indeks S&P 500 tercatat naik 0,72 persen, NASDAQ Composite melesat 1,57 persen, dan Dow Jones bertambah 0,20 persen.
Banyaknya jumlah saham yang terkoreksi dibandingkan yang menguat menunjukkan sentimen risk-off masih membayangi pelaku pasar di dalam negeri. Aksi ambil untung jangka pendek tampaknya menjadi strategi dominan investor menjelang akhir pekan.
Dengan volume transaksi yang masih relatif besar, tekanan jual ini dinilai belum menunjukkan tanda-tanda pembalikan arah yang signifikan. Pergerakan IHSG pada sesi berikutnya akan sangat bergantung pada sentimen global dan aksi investor asing di pasar reguler.