JAWA BARAT — Pameran properti bertajuk Danantara Housing Expo (DHE) 2026 tidak hanya menjadi etalase bagi 360 ribu unit rumah dari berbagai segmen, tetapi juga ajang perbankan menawarkan produk pembiayaan pendukung. BRI hadir dengan mengandalkan Kredit Multiguna (BRIguna) sebagai instrumen untuk membantu konsumen menyulap rumah baru menjadi layak huni tanpa mengganggu arus kas utama.
Produk ini menyasar karyawan aktif berpenghasilan tetap, baik dari sektor pemerintahan maupun swasta. BRIguna Karya, salah satu varian yang dipromosikan, menawarkan tenor fleksibel hingga 15 tahun tanpa agunan bagi pemohon dari kalangan ASN, TNI, Polri, BUMN, hingga pegawai swasta.
Adapun pekerja swasta mendapatkan penawaran yang tak kalah menarik. Pengajuan baru atau take over dibanderol dengan bunga mulai 9,17% per tahun dan provisi 0,75%. Untuk skema suplesi, bunganya ditetapkan efektif mulai dari 9,81% per tahun.
Selain bunga, BRI juga mematok biaya administrasi yang bervariasi sesuai plafon pinjaman. Biaya administrasi untuk pinjaman hingga Rp200 juta hanya Rp17 ribu, lalu naik menjadi Rp45 ribu untuk plafon di atas Rp200 juta hingga Rp500 juta. Untuk pinjaman di atas Rp500 juta, biaya administrasinya Rp81 ribu.
Dana dari fasilitas BRIguna ini tidak hanya terbatas untuk renovasi properti. Bank menyatakan pinjaman dapat digunakan untuk kebutuhan pendidikan anak, pembelian furnitur esensial, hingga perbaikan dapur agar lebih fungsional. Fleksibilitas ini menjadi nilai tambah bagi konsumen yang baru saja mengucurkan dana besar untuk membeli unit hunian.
Sebelum mengeksekusi pinjaman, penting bagi konsumen untuk menyusun skala prioritas kebutuhan ruangan yang akan direnovasi atau diisi perabot. Menghitung kapasitas angsuran ideal secara cermat akan menjaga stabilitas keuangan keluarga di tengah komitmen cicilan rumah baru.