JAWA BARAT — Program subsidi motor listrik dari pemerintah kembali memberikan angin segar bagi masyarakat yang ingin beralih ke kendaraan ramah lingkungan. Dengan potongan harga yang mencapai Rp7 juta per unit, kini ada delapan pilihan motor listrik yang bisa dibawa pulang dengan harga di bawah Rp10 juta.
Insentif ini merupakan keberlanjutan dari kebijakan pemerintah untuk mendorong percepatan adopsi kendaraan bebas emisi di Indonesia. Berbagai merek dari dalam dan luar negeri turut berpartisipasi, menghadirkan model hemat yang cocok untuk mobilitas harian sekaligus mendukung gaya hidup berkelanjutan.
Greentech Unity hadir sebagai motor listrik dengan banderol paling terjangkau saat ini. Setelah dipotong subsidi, harga jualnya berada di kisaran Rp5,3 juta. Kendaraan ini menggunakan baterai SLA 60V 32Ah yang mampu menempuh jarak 90 hingga 100 kilometer dalam sekali pengisian daya, dengan kecepatan tertinggi mencapai 60 km/jam. Spesifikasi tersebut membuatnya sangat cocok untuk aktivitas harian di lingkungan perkotaan.
Exotic Sterrato ditujukan bagi pelajar maupun pengguna baru yang ingin mencoba kendaraan listrik dengan harga miring. Setelah mendapatkan insentif, harganya berada di sekitar Rp5,5 juta. Motor ini ditenagai baterai SLA 60V 20,2Ah dengan jarak tempuh kurang lebih 55 kilometer. Dimensinya yang kompak dan bobot ringan membuatnya mudah dikendalikan di tengah padatnya lalu lintas kota.
Dibandingkan varian Sterrato, Exotic Vito dijual sedikit lebih mahal, yakni sekitar Rp5,7 juta setelah subsidi. Namun, jarak tempuhnya lebih panjang, mencapai sekitar 80 kilometer. Ditenagai baterai 72V 20,5Ah, model ini cocok untuk pengguna yang membutuhkan daya jelajah lebih baik dalam rutinitas harian.
Uwinfly GN Smart menjadi salah satu model paling diminati di tahun 2026. Motor ini dibekali motor berkekuatan 1000 watt dan baterai 72V 20Ah, yang sanggup menempuh jarak 60 kilometer dalam sekali pengisian. Harganya yang cuma sekitar Rp5,9 juta menjadikannya pilihan menarik bagi konsumen yang mencari motor listrik terjangkau namun andal.
Bagi yang butuh tenaga lebih besar, Uwinfly T3 Smart bisa menjadi alternatif. Dengan motor 1200 watt, kendaraan ini mampu menempuh jarak 50 hingga 70 kilometer tergantung kondisi penggunaan. Setelah menerima insentif, harganya sekitar Rp6,3 juta, cocok untuk mobilitas di dalam kota maupun daerah sekitarnya.
Model ini menggunakan baterai VRLA 72V yang memungkinkan perjalanan hingga 88 kilometer dalam sekali pengisian penuh. Tampilannya mengusung gaya modern dengan sentuhan futuristik, sangat pas bagi pengguna muda yang mengutamakan desain. Setelah dipotong subsidi, motor ini dipasarkan dengan harga sekitar Rp6,9 juta.
Viar NX merupakan kendaraan roda dua buatan dalam negeri dengan performa cukup kuat. Mengandalkan mesin 2000 watt dan baterai 60V 22,3Ah, jarak jelajah yang bisa dicapai berkisar 60 kilometer. Dengan harga sekitar Rp7,3 juta setelah diskon subsidi, model ini menjadi pilihan menarik di kategori motor listrik lokal.
Greentech Ranger menjadi motor dengan daya jelajah terpanjang di antara daftar kendaraan subsidi ini. Kombinasi mesin 1500 watt dan baterai graphene 72V 32Ah memungkinkan motor menempuh hingga 88 kilometer. Harganya setelah insentif berada di kisaran Rp7,5 juta, cocok untuk perjalanan jarak menengah tanpa khawatir kehabisan daya.
Sebelum mengajukan pembelian, calon penerima perlu memahami kriteria yang ditentukan pemerintah. Beberapa poin utama yang wajib dipenuhi meliputi:
Aturan tersebut dirancang agar insentif benar-benar diterima oleh individu yang membutuhkan kendaraan hemat biaya, sekaligus berkontribusi pada penggunaan energi bersih.
Berikut panduan lengkap untuk memperoleh motor listrik bersubsidi dengan mudah:
Dengan alur tersebut, masyarakat tidak perlu mengurus langsung ke instansi pemerintah karena seluruh proses dilakukan melalui dealer resmi yang ditunjuk.
Ada sejumlah keunggulan yang bisa diperoleh, antara lain biaya pembelian lebih ringan berkat potongan Rp7 juta, menjadikannya lebih terjangkau dibandingkan motor konvensional.
Biaya pengisian daya juga sangat efisien, hanya sekitar Rp2.500 per sekali pengisian untuk jarak tempuh hingga 50 kilometer. Perawatannya pun lebih praktis dan murah karena tidak memerlukan penggantian oli, busi, atau komponen knalpot—cukup pengecekan rutin pada baterai, ban, dan sistem kelistrikan. Selain itu, motor listrik tidak menghasilkan emisi gas buang, sehingga berkontribusi nyata mengurangi polusi udara, terutama di perkotaan yang padat.
Ya, insentif potongan harga dari pemerintah terus berjalan untuk mendukung percepatan adopsi kendaraan ramah lingkungan di tengah masyarakat.
Setiap satu nomor induk kependudukan (NIK) hanya diberikan hak untuk membeli satu unit motor listrik bersubsidi.
Tidak perlu. Seluruh proses verifikasi data dan pemotongan harga langsung ditangani oleh pihak dealer resmi yang telah bekerja sama dengan pemerintah.
Motor listrik murah subsidi menjadi pilihan cerdas untuk hemat biaya, ramah lingkungan, dan praktis digunakan sehari-hari tanpa menguras dompet.