BOGOR — Ribuan warga dari berbagai kalangan memadati lokasi Jalan Sehat "Ngamumule Lembur" di Desa Bantarsari, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor, Minggu (30/8). Mereka menjadi bagian dari puncak Pesta Rakyat Desa Bantarsari 2026 yang merayakan Milad Desa ke-41 sekaligus HUT ke-81 RI.
Kegiatan ini digelar Karang Taruna Bina Karya Insani bersama Pemerintah Desa Bantarsari serta seluruh elemen masyarakat. Tema yang diangkat, "Bantarsari Sauyunan: Ngajaga Lembur, Ngamumule Kultur", menjadi semangat gotong royong warga dalam menjaga desa dan melestarikan budaya lokal.
Pesta Rakyat yang berlangsung 1-30 Agustus 2026 ini bukan sekadar hiburan. Ketua Panitia Pelaksana, Abdul Jabar, menyebut acara ini menjadi ruang pertemuan antara warga dengan wakil rakyat, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat.
"Panggung ini adalah panggung kita bersama, panggung rakyat. Kami ingin menghadirkan ruang di mana masyarakat dapat bertemu dengan para wakil rakyat, pemerintah, para pejabat, dan seluruh elemen masyarakat. Harapannya, rakyat tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan pembangunan dan kemajuan desanya," kata Abdul Jabar.
Rangkaian Pesta Rakyat dibuka resmi pada 1 Agustus melalui Opening Ceremony. Selama sebulan, warga terlibat dalam berbagai agenda mulai dari lomba kebersihan dan gapura, Ekspedisi Alam Desa Bantarsari, pengumpulan video karya, hingga Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Seluruh kegiatan itu menjadi wadah partisipasi masyarakat dalam memperkuat kepedulian lingkungan, kreativitas generasi muda, dan nilai keagamaan.
Jalan Sehat "Ngamumule Lembur" dibuka Anggota DPR RI Drh. H. Achmad Ru'yat, M.Si. Hadir pula Camat Rancabungur Dita Aprillia, S.STP., dan Anggota DPRD Dapil VI, Kang Sugara, serta unsur pemerintahan dan stakeholder yang membersamai warga.
Kemeriahan kian lengkap dengan pembagian doorprize utama seperti televisi, kulkas dua pintu, mesin cuci, serta sepeda. Sorak-sorai warga mengiringi pengundian hadiah hingga malam hari, saat Malam Puncak Pesta Rakyat digelar sebagai penutup seluruh rangkaian kegiatan.
Kepala Desa Bantarsari, H. Lukmanul Hakim, S.Ag., menegaskan bahwa Pesta Rakyat adalah ruang terbuka bagi seluruh masyarakat untuk menunjukkan potensi dan kreativitas terbaiknya. Anak-anak diberikan tempat untuk menunjukkan bakat, sementara generasi muda mendapat kesempatan berkarya.
"Panggung Pesta Rakyat ini adalah milik masyarakat. Siapa pun boleh berekspresi, siapa pun boleh berkarya, dan siapa pun dapat menunjukkan kemampuan terbaiknya. Kami ingin Desa Bantarsari menjadi ruang bersama, tempat masyarakat bisa tumbuh, berkembang, dan memberikan kontribusi positif," ujarnya.
Keberhasilan Pesta Rakyat 2026 menjadi bukti kuatnya kolaborasi antara Karang Taruna, Pemerintah Desa, stakeholder, unsur kelembagaan, organisasi masyarakat, dan seluruh warga Bantarsari. Semangat inilah yang diharapkan terus berlanjut dalam perjalanan pembangunan desa ke depan.