Angka perjalanan wisatawan ke Kota Bandung sepanjang semester I 2026 mencapai sekitar 12 juta, melebihi target tahunan yang dipatok Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) hampir 10 juta. Kepala Disbudpar Kota Bandung Adi Junjunan Mustafa menyebut tingginya mobilitas itu ikut mendorong belanja warga dan pelaku usaha di daerah tersebut.
BANDUNG — Angka 12 juta tersebut dihitung dari pergerakan penumpang di berbagai moda transportasi yang menjadi pintu masuk utama ke Kota Bandung, mulai dari kereta api, kendaraan yang melintasi pintu tol, hingga bus antar kota. Realisasi itu berada di atas proyeksi Disbudpar yang sebelumnya menargetkan hampir 10 juta perjalanan wisatawan untuk satu tahun penuh.
"Kalau jumlah perjalanan sekarang itu sudah mainnya ke travelers, ke jumlah perjalanan. Itu sudah sampai angka 12 jutaan," ujar Adi di Bandung, Senin.
Bandara Husein Sastranegara Jadi Pemicu Baru Kenaikan Wisman
Faktor yang dinilai bakal mengubah tren pergerakan wisatawan ke Bandung pada paruh kedua tahun ini adalah kembali beroperasinya penerbangan komersial di Bandara Internasional Husein Sastranegara. Maskapai Garuda Indonesia tercatat melakukan penerbangan perdananya pada 14 Agustus lalu.
Adi menyebut segmen wisatawan mancanegara menjadi yang paling mungkin terdampak positif dari aktifnya kembali bandara tersebut. "Yang sangat akan berubah itu adalah jumlah kunjungan wisman. Mungkin ini akan lebih banyak jumlahnya dibandingkan dengan yang sebelum-sebelumnya," katanya.
Belanja Wisatawan Menggerakkan Ekonomi Warga
Di luar urusan jumlah kunjungan, Disbudpar menekankan bahwa setiap perjalanan wisatawan berpotensi menimbulkan pengeluaran selama mereka berada di Kota Bandung. Sebagian dari mereka bahkan menginap di hotel dan menghabiskan waktu lebih dari satu hari.
"Mereka tetap spending money di Bandung. Kemudian mungkin juga ada yang menginap di hotel di Bandung dan lain-lain," terang Adi.
Data Perjalanan Akan Dikonsolidasikan dengan Operasional Bandara
Disbudpar berencana melakukan konsolidasi berbagai data perjalanan pada awal September untuk mendapatkan gambaran yang lebih utuh mengenai mobilitas masyarakat dan aktivitas wisata di Bandung. Hasil perhitungan terbaru itu sekaligus akan menjadi dasar menyusun proyeksi kunjungan hingga akhir tahun.
"Kemarin inaugurasi pertama kali Garuda itu 14 Agustus. Kita mungkin nanti di awal September konsolidasi, kita coba lihat hitung-hitungannya seperti apa," ujarnya.