SUKABUMI — Direktur Utama RSUD R. Syamsudin, S.H. Kota Sukabumi, Yanyan Rusyandi, menyatakan target 1.000 pohon akan dicapai secara bertahap dari 2026 sampai 2030. Penanaman perdana melibatkan lima pohon yang ditanam langsung oleh Wali Kota Sukabumi.
Penanaman akan dilakukan di area perimeter dan sejumlah titik di lingkungan rumah sakit. Jenis pohon yang dipilih adalah Tabebuya dengan tinggi sekitar tiga meter, sesuai arahan Wali Kota Sukabumi.
Tabebuya dikenal sebagai tanaman berbunga yang tahan terhadap cuaca panas dan cocok untuk area perkotaan. Pemilihan jenis ini mengikuti arahan langsung Wali Kota Sukabumi dalam penanaman perdana.
Yanyan menyebut program penghijauan ini diharapkan memperkuat upaya menciptakan lingkungan rumah sakit yang lebih asri dan nyaman bagi pasien, tenaga kesehatan, maupun pengunjung.
"Target kami menanam 1.000 pohon dari 2026 sampai 2030. Hari ini menjadi langkah awal yang ditandai dengan penanaman lima pohon oleh Pak Wali Kota. Selanjutnya, program ini akan dilanjutkan secara bertahap hingga target tersebut tercapai," ujar Yanyan.
Komitmen lingkungan tidak berhenti pada penanaman pohon. Rumah sakit juga berupaya mengurangi penggunaan plastik dan styrofoam, sekaligus mengolah sampah organik agar dapat dimanfaatkan kembali.
"Langkah ini menjadi bagian dari perubahan kebiasaan dalam pengelolaan lingkungan di fasilitas pelayanan kesehatan," jelasnya.
Pengelolaan sampah organik menjadi perhatian tersendiri karena volume limbah rumah sakit yang terus bertambah seiring meningkatnya jumlah pasien. Pengurangan plastik dan styrofoam menyasar kebiasaan harian pegawai dan pengunjung.
Rangkaian Boenoet Fest 2026 menghadirkan kegiatan kreatif, salah satunya peragaan busana bertema alam dengan memanfaatkan material berbahan daun. Pesertanya berasal dari berbagai unit pelayanan, mulai dari hemodialisis, kamar bersalin, rawat jalan, hingga tenaga perawat dan bidan.
Yanyan menilai keterlibatan berbagai unit menjadi bagian penting dalam membangun rasa memiliki terhadap rumah sakit. Peringatan hari jadi tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga momentum untuk memperkuat kolaborasi dan mendorong seluruh pegawai berkontribusi terhadap kemajuan rumah sakit.
Memasuki usia lebih dari satu abad, RSUD R. Syamsudin, S.H. dihadapkan pada tantangan perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan. Yanyan menilai sejarah panjang rumah sakit harus menjadi pijakan untuk terus menjaga kualitas pelayanan sekaligus beradaptasi dengan perkembangan zaman.
"Rumah sakit ini memiliki sejarah panjang dan menjadi bagian dari perjalanan pelayanan kesehatan di Sukabumi. Karena itu, saya berharap seluruh jajaran dapat mempertahankan kualitas dan terus menjadikan Bunut sebagai rumah sakit yang terbaik dalam memberikan pelayanan di tengah kemajuan zaman," ungkapnya.
Melalui peringatan HUT ke-106 dan Boenoet Fest 2026, RSUD R. Syamsudin, S.H. berupaya menyatukan semangat peningkatan pelayanan kesehatan dengan kepedulian terhadap lingkungan. Target penanaman pohon, pengurangan sampah, dan pelibatan pegawai menjadi langkah yang diharapkan dapat membangun rumah sakit yang sehat, nyaman, serta berkelanjutan bagi masyarakat.