Volume Air Waduk Darma Kuningan Menyusut Jadi 9 Juta Meter Kubik, Petugas Sebut Efek Kemarau dan Irigasi

Penulis: Zulfikar Ahmad  •  Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:01:01 WIB
Volume air Waduk Darma menyusut menjadi sekitar 9 juta meter kubik dari kapasitas normal 32 juta meter kubik.

KUNINGAN — Petugas Operasi dan Pemeliharaan (OP) Unit Pengelola Bendungan (UPB) Darma, Ahmad Mansubun Z, menyebut kondisi normal waduk mampu menampung hingga 32 juta meter kubik air. Kini tampungannya tinggal sekitar 9 juta meter kubik, angka yang jauh di bawah kapasitas.

Penurunan debit air membuka area tanah yang selama ini tenggelam di bawah permukaan waduk. Hamparan daratan itu tampak jelas membentang hingga puluhan meter dari bibir waduk, terutama di titik-titik tepian yang biasa menjadi magnet kunjungan wisatawan.

Daratan Muncul di Titik Wisata Waduk Darma

Lanskap Waduk Darma di Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan, kini menampakkan pemandangan berbeda. Kemarau panjang memicu penyusutan drastis volume tampungan air dan memunculkan daratan yang selama ini terendam.

Perubahan mencolok itu dirasakan langsung warga setempat. Heryanto, warga Desa Kalapa Gunung, Kecamatan Kramatmulya, mengaku kaget melihat penurunan debit air yang begitu cepat.

"Pemandangan Waduk Darma saat ini jauh berbeda dibandingkan dengan keadaannya sekitar dua bulan lalu," kata Heryanto, yang kerap berekreasi bersama keluarga di akhir pekan.

Irigasi Dibuka Sejak Juni 2026, Air Terus Mengalir ke Sawah

Penyusutan signifikan terjadi seiring tingginya pelepasan air secara rutin untuk mencukupi pasokan irigasi pertanian sejak Juni 2026. Aliran waduk terus dibuka setiap hari tepat setelah musim hujan berakhir demi mengairi lahan persawahan yang meluas.

Kondisi berkurangnya volume air bukan hanya menimpa Waduk Darma. Fenomena serupa melanda berbagai sumber tampungan air lain di seluruh wilayah Kabupaten Kuningan, mulai dari situ, embung, hingga bendungan yang ikut mengering.

Waduk Lain di Kuningan Ikut Mengering

Pola penyusutan yang serupa di sejumlah titik menandakan tekanan kekeringan tidak hanya terpusat di satu waduk. Situ, embung, dan bendungan di wilayah Kuningan turut mengalami penurunan muka air.

Bagi warga yang bergantung pada pasokan irigasi, kondisi ini menjadi perhatian tersendiri. Pelepasan air harian tetap berjalan untuk menjaga lahan persawahan, sementara tampungan waduk terus menipis selama kemarau berlangsung.

Belum ada keterangan resmi mengenai proyeksi ketersediaan air Waduk Darma hingga kemarau berakhir. Pemantauan volume tampungan menjadi kunci mengingat waduk ini menopang kebutuhan irigasi sekaligus menjadi ikon wisata Kabupaten Kuningan.

Reporter: Zulfikar Ahmad
Sumber: radarcirebon.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top