GARUT — Capaian penanganan 90 persen itu terungkap dalam Rapat Evaluasi Penanganan Masa Tanggap Darurat Kebakaran TPA Pasirbajing yang digelar secara daring pada Sabtu, 17 Oktober 2026. Meski permukaan sampah sudah bebas dari nyala api, petugas masih bekerja mengantisipasi titik bara di bagian dalam tumpukan.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Garut, Usep Basuki Eko, menjelaskan bahwa sisa pekerjaan saat ini berfokus pada pemadaman bara api tersembunyi. Karakteristik tumpukan sampah dinilai serupa dengan lahan gambut yang rentan menyimpan panas.
Untuk menuntaskan masalah tersebut, tim gabungan menerapkan metode penyuntikan air secara intensif selama 24 jam penuh di setiap titik yang masih berpotensi memicu asap. Penyuntikan dilakukan bergiliran agar bara di lapisan dalam tidak kembali menyala.
"Berkat kerja sama semua pihak, alhamdulillah penanganan TPA ini bisa saya katakan sudah 90 persen selesai karena tidak ada lagi api dan asap di permukaan," kata Eko.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut, Aah Anwar Saefulah, menyatakan pemerintah daerah telah memobilisasi dukungan logistik dan operasional lintas sektoral. Penanganan kebakaran melibatkan jajaran BPBD, Damkar, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Lingkungan Hidup, hingga Dinas Sosial.
Operasi pemadaman secara keseluruhan dipimpin langsung oleh Kepala DLH Kabupaten Garut yang bertindak sebagai Komandan Pos Komando Kebakaran TPAS Pasirbajing. Pembagian peran antarinstansi dilakukan agar pasokan air dan peralatan berat tetap berjalan selama masa tanggap darurat.
Kepala DLH Kabupaten Garut, Jujun Juansyah Nurhakim, menegaskan jajarannya siap bergerak cepat memulihkan kebersihan wilayah Garut yang sempat terdampak akibat penghentian sementara operasional TPAS. DLH segera menjadwalkan penarikan dan pengangkutan sampah yang menumpuk di area pasar-pasar tradisional.
Petugas juga disiagakan untuk mensterilkan kawasan perkotaan secara bertahap. Langkah itu untuk mengembalikan ritme pengelolaan sampah harian warga yang sempat terganggu selama kebakaran berlangsung.
Setelah proses penyuntikan air dan pendinginan bara selesai menyeluruh, pola pengamanan TPAS Pasirbajing tidak langsung dilepas. Tim gabungan akan menyiagakan patroli ketat selama 10 hari ke depan untuk mengantisipasi potensi munculnya titik api baru.
Pengawasan berkala kemudian diserahkan kembali sepenuhnya kepada DLH Kabupaten Garut. Warga di sekitar Banyuresmi diminta melaporkan cepat jika melihat kepulan asap baru dari area TPAS.