Mekari Officeless Rilis 5 Kemampuan AI, Pembuatan Aplikasi Internal Jadi Hitungan Jam

Penulis: Zulfikar Ahmad  •  Rabu, 21 Oktober 2026 | 18:06:31 WIB
Mekari Officeless memperkenalkan lima kemampuan AI di Mekari Conference 2026 untuk mempercepat pembuatan aplikasi internal perusahaan.

JAWA BARAT — Mekari Officeless memperkenalkan lima kemampuan AI di Mekari Conference 2026 yang memangkas waktu pembuatan aplikasi internal perusahaan dari hitungan minggu menjadi hitungan jam. Lapisan AI ini mencakup Officeless Composer, Custom UI, Smart Copilot, MCP Officeless, dan SDK yang tetap berada di bawah kendali tim TI. Bagi pengguna bisnis, kecepatan pengembangan kini bisa berjalan tanpa mengorbankan keamanan data dan kepatuhan.

Head of Business Mekari Officeless, Samiaji Adisasmito, menyebut tata kelola sebagai bagian yang paling langka dalam adopsi AI di perusahaan saat ini. Menurutnya, tim bisnis perlu bisa bergerak secepat AI, tetapi TI tetap memegang kendali atas akses data dan jejak audit.

Apa Saja Lima Kemampuan AI Mekari Officeless

Officeless Composer memungkinkan tim bisnis merancang aplikasi internal dengan rencana yang sudah disepakati bersama TI dan tim kepatuhan sebelum dibangun. Officeless Custom UI memberi keleluasaan menyusun tampilan aplikasi sesuai kebutuhan operasional.

Smart Copilot menampilkan rencana perubahan langkah demi langkah. Tidak ada perubahan yang berjalan tanpa persetujuan pengguna, dan setiap tindakan tercatat sebagai bukti audit.

MCP Officeless menghubungkan aplikasi dengan data dan sistem lain melalui protokol yang terkontrol. Sementara Officeless SDK memastikan aplikasi yang dibangun di luar platform, termasuk tampilan buatan AI dari luar, tetap melewati autentikasi, validasi, dan hak akses yang sama.

Mengapa Tata Kelola Jadi Titik Kritis

Survei Kaspersky terbaru mencatat 24% organisasi di Indonesia mengidentifikasi penggunaan alat AI eksternal oleh karyawan sebagai salah satu faktor risiko yang umum. Artinya, sebagian karyawan sudah memakai alat AI di luar pengawasan TI, dan perusahaan menilai itu sebagai celah.

Secara global, survei MuleSoft 2026 terhadap 1.050 pemimpin TI menemukan rata-rata perusahaan mengelola 957 aplikasi, tetapi hanya 27% yang saling terhubung. Angka itu menjelaskan mengapa aplikasi yang lahir cepat tanpa dokumentasi berisiko menambah kompleksitas, bukan menyelesaikannya.

Head of Policy Southeast Asia (APAC) OpenAI, Sandy Kunvatanagarn, dalam Mekari Conference 2026 menyampaikan bahwa tantangan terbesar adopsi AI di tingkat enterprise bukan lagi ketersediaan teknologi, melainkan penyelarasan dengan tata kelola, keamanan data, dan kepatuhan organisasi.

JNE Klaim Pembuatan Invoice Dua Kali Lebih Cepat

Mekari Officeless sudah dipakai perusahaan di sektor pertambangan dan operasional lapangan, pengadaan, hingga jasa keuangan dan perbankan. Salah satu penggunanya adalah JNE, yang mengoperasikan lebih dari 8.000 gerai dan agen serta mempekerjakan lebih dari 50.000 karyawan.

Head of Management Control System PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE), Indra Adi Putra, menyebut perusahaannya melayani wilayah sangat luas dengan ratusan variasi harga. Dari satu marketplace saja, transaksi dalam satu periode bisa mencapai 6 sampai 7 juta Airway Bill (AWB).

"Sebelumnya, setelah mendapat approval dari customer, proses pembuatan invoice-nya saja bisa memakan waktu 7 sampai 10 hari. Kini, kami sudah bisa menerbitkan invoice dalam waktu 3 sampai 5 hari," kata Indra.

Samiaji menegaskan posisi produknya di tengah tekanan itu. "Yang kini langka adalah tata kelolanya, siapa boleh mengakses data apa, dengan persetujuan siapa, dan apa bukti auditnya. Dengan lapisan AI ini, tim bisnis bisa bergerak secepat AI, sementara TI tetap memegang kendali," ujarnya.

Kepatuhan Regulasi dan Sertifikasi

Perusahaan yang memakai aplikasi buatan AI dan menyentuh data pribadi terikat UU No. 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi. Aturan akses yang jelas menjadi syarat, bukan pelengkap.

Mekari tercatat sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) di Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), serta memegang sertifikasi ISO/IEC 27001:2022 dan ISO/IEC 27701:2025. Dua sertifikasi itu mencakup manajemen keamanan informasi dan manajemen privasi informasi.

Mekari Officeless dirancang bekerja berdampingan dengan sistem yang sudah dipakai perusahaan. Pengguna masuk lewat Mekari Account, terhubung dengan data produk Mekari melalui Mekari Data Connection, dan alur kerja bisa dipicu dari Mekari Qontak. Perusahaan pengguna ERP dapat memperluas kapabilitas tanpa mengganti sistem lama.

Rencana berikutnya, Mekari akan memperluas lapisan AI ini ke perusahaan enterprise, termasuk industri yang diatur ketat. Bagi pasar aplikasi bisnis Indonesia, taruhannya bukan lagi siapa paling cepat merilis fitur AI, melainkan siapa yang bisa membuktikan setiap perubahan punya persetujuan dan jejak audit.

Reporter: Zulfikar Ahmad
Sumber: kabarbisnis.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top