JAWA BARAT — Perut buncit bukan cuma soal penampilan, tapi sinyal penumpukan lemak di organ dalam yang berisiko memicu penyakit kronis. Spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, membeberkan pemicu utamanya dan langkah sederhana yang bisa ibu mulai dari dapur rumah.
Spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, menyebut kelebihan gula dan karbohidrat sebagai pemicu utama perut buncit. Dalam siaran langsung TikTok detikHealth, Kamis (15/10/2026), dr Yaze menjelaskan bahwa gula yang dimaksud bukan hanya makanan manis seperti cokelat, kopi susu, atau cake.
Karbohidrat berlebih pun akan diubah tubuh menjadi gula. Mie ayam, gorengan, dan nasi dalam porsi besar masuk kategori ini. Ketika asupan melampaui kebutuhan harian, tubuh menyimpan sisa energinya sebagai lemak.
Lonjakan gula darah yang terjadi terus-menerus memaksa tubuh menimbun kelebihan energi di sel lemak atau jaringan adiposa. dr Yaze menggambarkan jaringan ini seperti balon-balon kecil yang terus diisi.
Saat lemak terlalu banyak, balon tersebut kekurangan oksigen atau hipoksia. Kondisi ini memicu inflamasi di dalam tubuh, bukan sekadar masalah estetika.
Penumpukan lemak tidak selalu tersimpan di bawah kulit perut atau subcutaneous fat. Sebagian bisa mengendap di organ vital sebagai lemak visceral.
"Akhirnya penyimpanannya bisa di subcutaneous fat, di bawah kulit di bagian perut. Bisa juga di visceral fat, jadi kita sebutnya itu kayak 'salah parkir'. Akhirnya mengganggu organ-organ, karena visceral fat ini dia numpuknya di organ-organ," tegas dr Yaze.
Lemak visceral yang menumpuk di liver dapat memicu fatty liver atau perlemakan hati. Bila mengendap di pankreas, gangguan insulin bisa muncul. Penyimpanan lemak juga bisa terjadi di dagu, lengan, dan paha, meski area perut dinilai paling berbahaya.
dr Yaze mengimbau perubahan gaya hidup sebagai langkah utama, bukan sekadar mengecilkan porsi makan sesaat. Ada dua hal yang perlu dijalankan bersamaan.
"Makanya kalau sudah mulai buncit, artinya sudah harus ubah lifestyle-nya. Porsi makan sudah mulai defisit, terus olahraga dan aktivitas fisik juga sudah harus ditingkatkan," tutup dr Yaze.
Bila lingkar perut terus bertambah meski pola makan sudah diperbaiki, atau muncul keluhan seperti mudah lelah dan gangguan pencernaan, sebaiknya konsultasikan ke dokter. Pemeriksaan lanjutan membantu mendeteksi risiko perlemakan hati dan gangguan metabolik lebih awal.
Mengurangi gula dan karbohidrat berlebih plus rutin bergerak adalah kombinasi paling masuk akal untuk menekan perut buncit. Mulai dari satu kebiasaan kecil hari ini, lalu jaga konsistensinya.