DEPOK — Kepala DP3AP2KB Kota Depok Citra Indah Yulianty menyebut layanan KB gratis menyediakan kuota khusus di setiap kecamatan. Masing-masing wilayah mendapat jatah 30 akseptor untuk pemasangan IUD dan 30 akseptor untuk implan, sehingga totalnya mencapai 660 akseptor se-Kota Depok.
Metode yang disediakan masuk kategori Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP), yakni Intrauterine Device (IUD) dan implan. Keduanya ditujukan bagi pasangan usia subur yang ingin merencanakan kehamilan dan mengatur jarak kelahiran.
Jadwal Layanan Dibagi Tujuh Hari di Puskesmas Berbeda
Rangkaian pelayanan dibuka Selasa, 27 Oktober 2026, di PKM Limo dan PKM Cipayung. Sehari berselang, layanan berpindah ke UPTD PKM Pancoran Mas, PKM Bojongsari, dan PKM Bedahan di Kecamatan Sawangan.
Pada Kamis, 29 Oktober 2026, giliran PKM Kemirimuka di Kecamatan Beji yang melayani warga. Jadwal berlanjut Jumat, 30 Oktober 2026, di PKM Sukatani (Kecamatan Tapos), PKM Cimanggis, dan PKM Kalimulya (Kecamatan Cilodong).
Pekan berikutnya, pelayanan digelar Senin, 2 November 2026, di PKM Cinere. Rangkaian program ditutup Kamis, 5 November 2026, melalui layanan di UPTD PKM Sukmajaya.
Syarat Cukup Fotokopi KTP dan Kartu Keluarga
Calon akseptor hanya perlu menyiapkan fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK). Dokumen diserahkan ke puskesmas tujuan sesuai jadwal pelayanan di lokasi masing-masing.
Warga di luar jadwal wilayahnya tetap dapat menyesuaikan kunjungan dengan lokasi puskesmas yang paling dekat. Pelaksanaan melibatkan puskesmas setempat agar akses kontrasepsi lebih mudah dijangkau.
Alasan Program Digelar Bersama TNI
Kegiatan ini menempel pada Bakti Sosial TNI Manunggal KB Kesehatan (TMKK). Skema tersebut membuat layanan kontrasepsi menyasar langsung ke tingkat kecamatan, bukan menunggu warga datang sendiri ke fasilitas kesehatan utama.
"Kami mengajak Pasangan Usia Subur (PUS) di Depok untuk memanfaatkan layanan gratis ini. Metode IUD dan implan sangat efektif dan aman untuk mengatur jarak kelahiran," ujar Citra.
Ia menambahkan program ini juga menyasar pembangunan keluarga sehat dan sejahtera. "Program ini hadir untuk membangun keluarga yang sehat, sejahtera, dan terencana. Sebab, Keluarga Berencana adalah pilihan cerdas untuk masa depan yang lebih baik," tutupnya.