JAWA BARAT — O'Shaquie Foster menyatukan sabuk juara dunia WBC, WBO, dan IBF kelas super bulu usai menang angka mutlak atas Emanuel Navarrete di Frost Bank Center, San Antonio, Texas. Petinju Amerika Serikat berusia 33 tahun itu menjatuhkan Navarrete dua kali di ronde ke-12 dan menutup laga dengan skor 118-108, 118-108, dan 115-111.
Kemenangan atas Navarrete melengkapi koleksi gelar Foster di kelas super bulu. Ia kini memegang tiga sabuk sekaligus dan tinggal selangkah lagi menuju status undisputed atau juara tak terbantahkan di divisi tersebut.
Navarrete tampil agresif sepanjang laga, sesuai karakter bertarungnya selama ini. Namun petinju Meksiko itu kesulitan mendaratkan pukulan bersih ke sasaran karena Foster terus mengandalkan gerak kaki dan serangan balik untuk menjaga jarak.
Memasuki ronde-ronde tengah, Foster mulai lebih berani berdiri dan bertukar pukulan. Sudut Foster bahkan memintanya mengakhiri pertarungan lebih cepat. Permintaan itu nyaris terwujud di ronde terakhir ketika Foster menjatuhkan Navarrete dua kali, meski lawannya tetap bertahan hingga bel berbunyi.
Selama ini banyak pengamat meragukan daya pukul Foster dan menilai ia tak akan mampu menahan tekanan Navarrete. Foster menjawab keraguan itu dengan performa dominan di atas ring.
"It was a great performance. I finished strong, and I put him down twice in the end," kata Foster usai laga.
"A lot of people were saying that I didn't have power and that I wouldn't be able to keep him off me. But I showed that I am a complete fighter," ujarnya menambahkan.
Foster menegaskan target berikutnya adalah menjadi juara undisputed. "I want to become undisputed. That's my dream. I want to make history, and all I need is one more [title]," tuturnya.
Di kubu lawan, Navarrete menerima kekalahan dengan lapang dada. Ia menilai gaya bertarung Foster memang lebih efektif pada pertarungan kali ini.
"In this sport, it's about styles. And his style was better than mine today. Congrats to him. I knew he was an exceptional and complete fighter. I knew what we were facing," kata Navarrete.
Petinju Meksiko itu mengakui seharusnya bisa tampil lebih agresif. "Perhaps I could have pushed more, but I'm content with my performance," ujarnya.
Dengan tiga sabuk di tangan, Foster kini mengincar gelar keempat di kelas super bulu untuk menyelesaikan misi menjadi juara tak terbantahkan. Nama-nama penantang wajib dari masing-masing badan tinju akan menentukan langkah berikutnya.
Kemenangan di San Antonio juga memperpanjang catatan positif Foster di hadapan pendukungnya sendiri. Ia lahir di Orange, Texas, tak jauh dari lokasi pertarungan, sehingga gelar dunia ketiga ini terasa istimewa bagi kariernya.