GARUT — Ketua KONI Kabupaten Garut Subhan Romansyah menyatakan kesiapan teknis kontingen sudah matang, mulai dari dukungan kesehatan yang dikoordinir Dinas Kesehatan, penginapan, hingga konsumsi. Seluruh atlet juga telah selesai menjalani pemusatan latihan.
"Secara tekhnis berbagai kebutuhan sudah siap, termasuk dukungan kesehatan yang dikoordinir Dinas Kesehatan, penginapan dan makan. Seluruh atlet pun sudah selesai melaksanakan pemusatan latihan. Sekarang tinggal bertanding," tegas Subhan.
Target delapan besar bukan perkara ringan. Garut harus bersaing dengan kota dan kabupaten lain yang memiliki anggaran jauh lebih besar untuk pembinaan atlet.
Subhan tetap optimistis. Berdasarkan rekam jejak sejumlah cabang olahraga, ada 45 peraih emas ditambah 36 dari cabor yang dinilai berpeluang menyumbang emas. Modal itu membuat KONI Garut yakin target delapan besar, atau minimal 10 besar, bisa diraih.
"Itulah alasan kami bisa mentargetkan masuk 8 besar atau minimanya 10 besar pada Porprov Jabar tahun ini, meskipun masalah anggaran dari dulu sudah biasa kurang, tapi sebagai pejuang atlet-atlet Garut sudah terbiasa berjuang dalam semangat besar dan kini kesiapan anggaran pun sudah bisa diatur untuk keberangkatan," ungkapnya.
Setelah acara pelepasan, seluruh atlet diwajibkan mengikuti tes kesehatan di pinggir lapangan. Tenaga kesehatan akan diikutsertakan mendampingi kontingen selama Porprov di semua lokasi pertandingan.
Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, seluruh atlet Garut juga didaftarkan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Langkah itu disebut Subhan sebagai bagian dari perlindungan dasar selama event berlangsung.
Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menuturkan, Pemkab Garut telah mengalokasikan anggaran Porprov tahun ini seoptimal mungkin sesuai kondisi keuangan daerah. Ia juga meminta bantuan Dinas Kesehatan, termasuk sejumlah kendaraan untuk keberangkatan kontingen.
"Yang tidak kalah penting kami juga telah melakukan komitmen menjalin kerjasama antara kontingen dengan BPJS Ketenagakerjaan dan seluruh kontingen bisa jadi peserta BPJS ketenagakeraan. Jadi selama kegiatan mereka djamin oleh BPJS ketenagakerjaan. Meski kita berharap selama itu tidak terjadi apa-apa," tutur Syakur.
Syakur mengaku telah menghubungi sejumlah rekanan BUMN, BUMD, dan pihak swasta agar menyalurkan anggaran untuk membantu keberangkatan kontingen. Menurutnya, olahraga bukan sekadar penunjang kesehatan, tetapi juga sarana pendidikan karakter dan pengungkit perekonomian daerah.
Mantan Ketua KONI Garut itu meminta Kabupaten Garut bisa menjadi tuan rumah Porprov pada 2030. Alasannya, status tuan rumah membawa dampak ekonomi dan mendorong penyelenggaraan event besar yang selama ini sudah biasa dilakukan Garut.
"Kenapa sayah minta jadi tuan rumah di tahun 2030, karena selain ada prestasi, sebagai tuan rumah ada peningkatan ekonominya, ada penyelenggaraan dan orang-orang kita sudah biasa menyelenggarakan event-event yang sipatnya besar," tutur Syakur.
Ia berharap ke depan Garut mendapatkan fasilitas olahraga tambahan dan meminta setiap cabor mempersiapkan diri sejak sekarang menghadapi siklus empat tahunan sebagai puncak prestasi.