Imunisasi Bayi dan Baduta di Batang Baru 80 Persen, Nakes Jemput Bola ke Rumah

Penulis: Zulfikar Ahmad  •  Rabu, 28 Oktober 2026 | 10:37:00 WIB
Petugas kesehatan mendatangi rumah warga untuk memberikan imunisasi kepada bayi dan baduta di Kabupaten Batang.

JAWA BARAT — Cakupan Imunisasi Dasar Lengkap bayi di Kabupaten Batang baru menyentuh 80 persen, sementara imunisasi baduta lengkap 73 persen. Dinas Kesehatan Batang pun bergerak door to door selama Oktober 2026 untuk mengejar target 100 persen — begini cara layanan jemput bola itu bekerja dan apa yang perlu ibu siapkan.

Dinas Kesehatan Kabupaten Batang mengintensifkan program Imunisasi Kejar dengan mendatangi rumah warga satu per satu. Langkah ini ditempuh karena capaian imunisasi anak di wilayah tersebut masih jauh dari target.

Kepala Dinkes Batang Ida Susilaksmi menyebut data terkini menunjukkan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) untuk bayi baru 80 persen. Adapun Imunisasi Baduta Lengkap baru mencapai 73 persen.

Mengapa Imunisasi Kejar Diperlukan Sekarang

Angka 80 persen dan 73 persen itu berarti masih ada ribuan bayi dan anak bawah dua tahun yang belum terlindungi penuh. Padahal imunisasi lengkap jadi benteng utama terhadap penyakit yang sebenarnya bisa dicegah.

Difteri, tetanus, tuberkulosis (TBC), dan campak termasuk penyakit yang masuk daftar tersebut. Keterlambatan satu dosis saja bisa membuka celah risiko bagi anak.

"Karena targetnya itu 100 persen, maka selama Oktober ini kami mengoptimalkan program Imunisasi Kejar," kata Ida saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (27/10/2026).

Sasaran Imunisasi Kejar: Bayi 0-11 Bulan dan Baduta 12-24 Bulan

Program ini menyasar dua kelompok usia. Pertama, bayi usia 0-11 bulan yang belum melengkapi dosis imunisasi dasarnya. Kedua, anak bawah dua tahun (baduta) usia 12-24 bulan yang status imunisasinya belum lengkap.

Petugas kesehatan mendatangi rumah warga untuk memeriksa status imunisasi anak, lalu memberikan dosis yang tertinggal di tempat. Orang tua tidak perlu membawa anak ke puskesmas atau posyandu untuk mendapat layanan ini.

Layanan Jemput Bola, Solusi buat Ibu yang Kesulitan ke Posyandu

Selama pelaksanaan di lapangan, Ida sempat mendampingi bidan dari Puskesmas Batang 2 menyisir rumah warga. Respons keluarga penerima layanan disebut cukup positif karena akses pelayanan jadi jauh lebih mudah.

Salah satu warga, Ranti, mengaku terbantu dengan kunjungan petugas ke rumahnya. Anaknya, Rayan, sebelumnya belum pernah diimunisasi karena kerap tertidur saat jadwal posyandu bulanan.

"Memang belum pernah diimunisasi, karena waktu mau diimunisasi bulanan di Posyandu, anak saya malah tidur. Lha ini ada petugas yang jemput bola, ya saya terima kasih. Jadi nggak perlu pergi jauh-jauh, cukup di rumah sudah terlayani," tutur Ranti.

Ranti berharap pola layanan langsung ke rumah ini terus berjalan. Menurutnya, cara ini memudahkan orang tua memenuhi kebutuhan kesehatan anak tanpa terkendala jarak dan waktu.

Jika Target Belum Tercapai, Ada Program PENARI

Capaian Imunisasi Kejar akan dievaluasi pada akhir Oktober 2026. Bila target 100 persen belum terpenuhi, Dinkes Batang menyiapkan program lanjutan bernama PENARI atau Sepekan Mengejar Imunisasi.

PENARI dijadwalkan berlangsung menjelang puncak peringatan Hari Kesehatan Nasional pada November mendatang. Sasaran dan cakupannya sama: bayi 0-11 bulan serta baduta 12-24 bulan yang belum imunisasi lengkap.

Yang Perlu Ibu Siapkan Saat Petugas Datang ke Rumah

Simpan buku KIA atau kartu imunisasi anak di tempat yang mudah dijangkau. Catatan ini membantu petugas mengetahui dosis apa saja yang sudah dan belum diterima anak.

Sampaikan juga riwayat kesehatan anak, termasuk apakah sedang demam atau pernah mengalami reaksi setelah imunisasi sebelumnya. Informasi ini menentukan apakah imunisasi bisa diberikan hari itu atau perlu dijadwalkan ulang.

Jika anak sedang sakit ringan seperti pilek tanpa demam, tanyakan langsung ke petugas. Jangan memutuskan sendiri untuk menunda tanpa konsultasi.

Kapan Perlu Konsultasi Lebih Lanjut

Imunisasi aman diberikan pada anak sehat. Namun bila anak sedang demam tinggi, mengalami alergi berat, atau punya riwayat kejang setelah imunisasi sebelumnya, konsultasikan dulu ke dokter sebelum dosis berikutnya diberikan.

Reaksi ringan seperti demam atau kemerahan di bekas suntikan umumnya hilang dalam satu hingga dua hari. Bila keluhan berlanjut atau memburuk, segera hubungi fasilitas kesehatan terdekat.

Layanan jemput bola di Batang jadi pengingat bahwa melengkapi imunisasi anak tidak harus menunggu jadwal posyandu. Manfaatkan kunjungan petugas ke rumah, siapkan buku KIA, dan tanyakan langsung status imunisasi si kecil agar tidak ada dosis yang terlewat.

Reporter: Zulfikar Ahmad
Sumber: joglojateng.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top