JAWA BARAT — Angka tersebut disampaikan Prabowo di hadapan pimpinan dan anggota DPR dalam agenda pidato kenegaraan. Ia menegaskan persoalan gizi buruk yang berdampak pada pertumbuhan anak ini harus menjadi prioritas nasional karena menyangkut masa depan bangsa.
"Stunting yang masih dialami anak-anak Indonesia di beberapa tempat setinggi 25 persen. Satu dari empat anak Indonesia ada yang mengalami stunting," ujar Prabowo di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat.
Dampak Stunting pada Kualitas Sumber Daya Manusia
Prabowo memaparkan bahwa stunting bukan sekadar soal ukuran tubuh anak yang lebih kecil dibandingkan anak seusianya. Kondisi gagal tumbuh ini turut mengganggu perkembangan berbagai organ vital, termasuk otak, otot, dan tulang.
Implikasinya, anak yang mengalami stunting berisiko memiliki kemampuan kognitif di bawah rata-rata. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menurunkan produktivitas dan daya saing tenaga kerja Indonesia di pasar global.
Anggaran dan Program Percepatan Penurunan Stunting
Pemerintah selama beberapa tahun terakhir mengalokasikan anggaran khusus untuk program perbaikan gizi, termasuk pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita. Berbagai program intervensi juga digencarkan di daerah dengan prevalensi tertinggi.
Kendati demikian, capaian penurunan stunting masih belum merata. Sejumlah daerah mencatat perbaikan signifikan, tetapi daerah lain masih bergulat dengan angka prevalensi yang stagnan di atas rata-rata nasional.
Target Penurunan Stunting dan Tantangan di Lapangan
Pemerintah menargetkan penurunan prevalensi stunting secara bertahap dalam lima tahun ke depan. Target ini menuntut kerja sama lintas sektor, mulai dari kementerian teknis, pemerintah daerah, hingga partisipasi masyarakat dalam pola asuh dan pemenuhan gizi keluarga.
Tantangan terbesar berada di wilayah dengan akses terbatas terhadap layanan kesehatan dan pangan bergizi. Faktor kemiskinan dan rendahnya edukasi gizi turut memperlambat upaya percepatan penurunan angka stunting.
Prabowo menegaskan pembangunan manusia adalah fondasi utama kemajuan bangsa. Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa investasi pada kesehatan dan gizi anak-anak hari ini menentukan wajah Indonesia di masa mendatang.