BANDUNG — Lonjakan laba tersebut dikonfirmasi langsung oleh Pemimpin Wilayah PT Pegadaian (Persero) Kanwil X Jawa Barat, Eko Suprianto. Ia menyebut pertumbuhan ini didorong menguatnya literasi masyarakat terhadap investasi emas serta pembiayaan berbasis syariah dan konvensional di wilayahnya.
“Pertumbuhan laba bersih sebesar 58,78 persen ini menjadi bukti nyata komitmen kami di Jawa Barat untuk terus memberikan penetrasi layanan keuangan terbaik bagi masyarakat. Kami melihat literasi dan ketertarikan masyarakat terhadap investasi emas serta pembiayaan berbasis syariah dan konvensional di Jawa Barat kian menguat,” ujar Eko dalam keterangan resmi yang diterima redaksi, Kamis (16/1/2026).
Ekspansi Ekosistem Emas Jadi Motor Pertumbuhan
Secara nasional, strategi bisnis adaptif dan ekspansi agresif pada ekosistem emas menjadi penopang utama kinerja perseroan. Realisasi total aset Pegadaian mencapai Rp 186,33 triliun, meningkat 53,9 persen dari posisi Rp 121,1 triliun pada tahun sebelumnya.
Pertumbuhan aset itu ditopang oleh Outstanding Loan (OSL) gross yang melesat ke angka Rp 155,1 triliun, naik 52,7 persen dari capaian tahun lalu senilai Rp 101,5 triliun.
Kualitas pembiayaan pun ikut membaik. Rasio Non-Performing Loan (NPL) tercatat turun signifikan dari 0,81 persen pada 30 Juni 2025 menjadi 0,71 persen pada periode yang sama tahun ini.
Layanan Bank Emas Terlengkap di Indonesia
Untuk menjaga momentum, Pegadaian memperkuat posisinya dengan menghadirkan portofolio Layanan Bank Emas (Bullion Services) paling lengkap di tanah air. Produk yang ditawarkan mencakup Deposito Emas, Pinjaman Modal Kerja Emas, Jasa Titipan Emas Korporasi, dan Perdagangan Emas.
Infrastruktur menjadi modal utama perseroan dalam mengoperasikan sistem Bank Emas ini. Sekitar 90 persen agunan gadai di Pegadaian berupa emas, dan perusahaan memiliki jaringan ruang penyimpanan emas (vault) dengan standar keamanan internasional terbaik di Indonesia.
Bagaimana Prospek Pegadaian di Semester Kedua?
Dengan fundamental yang solid dan penetrasi layanan yang terus meluas, Pegadaian optimistis dapat mempertahankan tren positif hingga akhir tahun. Kontribusi wilayah Jawa Barat dipastikan tetap menjadi salah satu penyumbang utama pertumbuhan laba perseroan secara nasional.***