KUNINGAN — Jalan gang menuju TPU Cireundeu selama ini menjadi keluhan warga Dusun Dukuh II, terutama saat musim hujan tiba. Kondisi tanah yang becek dan berlumpur menyulitkan pelayat yang hendak mengantarkan jenazah ke tempat peristirahatan terakhir.
Kebutuhan akan akses yang layak itu pun dijawab lewat aksi gotong royong yang melibatkan Babinsa dan puluhan warga. Mereka bahu-membahu meratakan tanah, menyusun batu, hingga memadatkan permukaan jalan agar bisa dilalui dengan aman.
Kemanunggalan TNI dan Rakyat di Tengah Pekerjaan Fisik
Kehadiran Serma E Kuswara di lokasi bukan sekadar pengawas. Ia turun langsung memegang alat kerja dan berdampingan dengan warga dalam setiap tahap pengerjaan. Menurutnya, keterlibatan langsung ini adalah wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.
"Pembangunan jalan ini sangat bermanfaat untuk mempermudah akses warga menuju TPU Cireundeu. Semoga jalan yang kita bangun bersama ini dapat memberi kemudahan dan kenyamanan bagi seluruh masyarakat Dusun Dukuh II, serta menjadi sarana yang berkah dan awet untuk digunakan dalam jangka panjang," ujar Serma Kuswara di sela kegiatan.
Ia menambahkan, kebersamaan antara TNI dan masyarakat merupakan kekuatan penting dalam mendukung pembangunan sarana dan prasarana di wilayah. Dengan semangat gotong royong, berbagai kebutuhan masyarakat dapat diselesaikan secara bersama-sama tanpa harus menunggu bantuan penuh dari pemerintah.
Modal Sosial untuk Pembangunan Desa
Pembangunan infrastruktur skala kecil seperti ini memang kerap luput dari prioritas anggaran desa. Namun, dampaknya langsung dirasakan warga sehari-hari. Jalan mulus menuju TPU bukan hanya soal estetika lingkungan, melainkan juga soal rasa aman dan nyaman saat prosesi pemakaman berlangsung.
Serma Kuswara berharap semangat kebersamaan yang tumbuh di Dusun Dukuh II tidak berhenti setelah proyek jalan ini rampung. Ia menilai budaya gotong royong adalah modal sosial yang paling berharga dalam membangun lingkungan yang lebih baik.
"Semangat ini yang harus terus kita jaga. Kalau warga kompak, pekerjaan seberat apapun akan terasa ringan," katanya.
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi itu berjalan lancar. Warga terlihat antusias mengerjakan bagian jalan masing-masing, sebagian menggali pinggiran jalan untuk saluran air, sebagian lainnya menghaluskan permukaan dengan pasir dan batu.
Dengan rampungnya pengerjaan jalan ini, akses menuju TPU Cireundeu diharapkan semakin baik. Warga yang hendak berziarah atau menghadiri prosesi pemakaman tidak lagi kesulitan, terutama saat kondisi cuaca sedang tidak bersahabat.