Pencarian

Chrome Android Uji Autentikasi Biometrik untuk Autofill Password

Minggu, 04 Oktober 2026 • 18:06:01 WIB
Chrome Android Uji Autentikasi Biometrik untuk Autofill Password
Google menguji autentikasi biometrik pada Chrome Android sebelum mengisi password tersimpan.

JAWA BARAT — Google sedang menguji fitur autentikasi biometrik sebelum Chrome Android mengisi password tersimpan, memaksa pengguna memindai sidik jari atau wajah meski ponsel dalam kondisi terbuka. Fitur ini ditemukan pada Chrome Canary versi terbaru melalui opsi "Biometric reauth for password filling" dan belum tersedia di versi stabil. Langkah ini menambah lapisan keamanan yang selama ini absen ketika perangkat jatuh ke tangan orang lain.

Apa yang Berubah dari Alur Autofill Saat Ini

Selama ini, autofill password di Chrome Android bekerja tanpa hambatan tambahan jika ponsel sudah dalam kondisi unlocked. Siapa pun yang memegang perangkat terbuka bisa membuka situs, memilih kredensial tersimpan, dan masuk ke akun tanpa halangan berarti.

Dengan fitur uji ini, Chrome menyisipkan satu langkah verifikasi tepat sebelum kredensial dipakai. Pemindaian biometrik jadi gerbang terakhir yang memastikan orang yang mengisi password adalah pemilik sah perangkat.

Google Sudah Pernah Menguji Sebelumnya

Ini bukan percobaan pertama Google. Perlindungan serupa sudah diuji lebih dari setahun lalu, tetapi fitur tersebut hilang sebelum sempat mendarat di Chrome versi stabil. Kemunculannya kembali di Canary menunjukkan Google belum melepas gagasan autentikasi biometrik sebagai lapisan keamanan tambahan.

Pola uji-coba lalu ditarik ini biasa terjadi di channel Canary. Banyak eksperimen muncul sebentar, dihapus, lalu kembali dengan pendekatan berbeda. Belum ada indikasi kapan atau apakah fitur ini akan lolos ke versi stabil.

Kompetitor Sudah Lebih Dulu

Apple telah mengamankan fitur Password AutoFill di iPhone dengan Face ID atau Touch ID. Aplikasi pengelola kredensial seperti Bitwarden dan 1Password juga menerapkan verifikasi serupa sebelum membuka brankas password.

Yang membedakan pendekatan Google: verifikasi diminta langsung oleh Chrome saat akan memakai password tersimpan, bukan oleh aplikasi pihak ketiga. Artinya perlindungan ini berpotensi menjangkau pengguna yang tidak memakai password manager sama sekali.

Dampak ke Pengguna Android

Jika nantinya dirilis ke versi stabil, tambahan satu langkah ini membuat password tersimpan jauh lebih sulit disalahgunakan. Skenario umum seperti ponsel dipinjam sebentar atau jatuh ke tangan orang lain tidak lagi cukup untuk membuka akun yang tersimpan di Chrome.

Konsekuensinya, pengguna harus siap memindai wajah atau sidik jari lebih sering. Bagi yang terbiasa autofill instan, gesekan kecil ini bisa terasa mengganggu. Namun untuk akun perbankan, email, atau layanan finansial, lapisan ekstra tersebut sepadan.

Fitur ini masih terbatas di Chrome Canary dan belum diumumkan jadwal rilisnya untuk pengguna Chrome Android secara umum. Pengguna yang ingin mencoba bisa mengunduh Canary secara terpisah, dengan catatan build ini tidak stabil untuk pemakaian harian.

Follow jabarklik.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: gadget.jagatreview.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks