BANDUNG BARAT — Lahan yang ditanami merupakan bagian dari area seluas 4,7 hektare yang dikelola Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Jabar. Bibit bawang putih ditanam secara gotong royong oleh jajaran kepolisian bersama kelompok tani setempat.
Kapolda Jabar Irjen Pol. Hengki menegaskan keterlibatan Polda Jabar di sektor pertanian bukan kegiatan seremonial. Menurutnya, langkah itu merupakan wujud filosofi "Polisi Bersama Masyarakat" dalam mengawal kedaulatan pangan bangsa.
"Penanaman bawang putih hari ini adalah wujud nyata kerja sama kepolisian dengan para petani. Kelompok tani adalah mitra utama kami dalam mengelola lahan. Oleh karena itu, jajaran Binmas dan Brimob saya perintahkan untuk memberikan pendampingan secara berkelanjutan, melibatkan tenaga teknis pertanian, serta memastikan tanaman terawat hingga masa panen tiba," ujar Irjen Pol. Hengki di lokasi kegiatan.
105,66 Hektare Lahan Dibuka di Seluruh Jawa Barat
Hingga pertengahan Oktober 2026, Polda Jabar melalui jajaran Polres/Polresta dan Satbrimob telah membuka total lahan pertanian seluas 105,66 hektare. Dari luasan itu, 34,12 hektare sudah ditanami dengan serapan bibit mencapai 23 ton.
Kebutuhan bibit untuk seluruh lahan diperkirakan mencapai 70 ton. Penanaman dilakukan bertahap menyongsong Panen Raya Bawang Putih Serentak tingkat nasional yang rencananya dipimpin Presiden Republik Indonesia, dengan pusat kegiatan di Jawa Barat.
Bantuan Sembako untuk Warga dan Gapoktan Saluyu Agropam
Selain memimpin penanaman, Kapolda Jabar menyerahkan tali asih berupa puluhan paket sembako secara simbolis. Bantuan diberikan kepada warga dan perwakilan kelompok tani Gapoktan Saluyu Agropam.
Kegiatan di Cisarua dihadiri para Pejabat Utama Polda Jabar, Kapolres Cimahi, Danyon B Pelopor Satbrimob Polda Jabar, perwakilan manajemen PTPN I, Kepala Desa Cipada Ujang Dahria, serta tokoh masyarakat tani setempat.
Pendampingan hingga Masa Panen
Jajaran Binmas dan Brimob diperintahkan memberikan pendampingan berkelanjutan terhadap kelompok tani pengelola lahan. Pendampingan mencakup pelibatan tenaga teknis pertanian dan pemastian tanaman terawat hingga panen.
Gerakan ini menempatkan kepolisian sebagai pendamping petani di lapangan, bukan hanya pengawal program pemerintah pusat. Panen raya serentak nantinya menjadi tolok ukur hasil dari lahan-lahan yang dibuka sejak awal gerakan.