Apple Cetak Rekor Kuartalan dengan Laba Rp 474 Triliun, Siap Serahkan Kursi CEO

Penulis: Redaksi  •  Jumat, 01 Mei 2026 | 21:58:19 WIB
Apple mencatat laba kuartalan tertinggi sebesar Rp 474 triliun pada kuartal Maret 2026.

Pencapaian Laba dan Pendapatan Tertinggi

Raksasa teknologi Apple telah mencatatkan rekor baru dalam kinerjanya. Untuk kuartal Maret 2026, perusahaan menghasilkan pendapatan sebesar $111,2 miliar (sekitar Rp 1.779 triliun) dengan laba bersih $2,01 per saham yang diencerkan. Dibandingkan periode yang sama tahun lalu, pertumbuhan mencapai 17 persen, melampaui batas atas panduan yang telah diberikan sebelumnya.

Kevan Parekh, Chief Financial Officer Apple, menyatakan bahwa kinerja bisnis yang kuat menghasilkan lebih dari $28 miliar dalam aliran kas operasional selama kuartal. Margin keuntungan kotor mencapai 49,3 persen, meningkat signifikan dari 47,1 persen pada periode tahun lalu.

iPhone Memimpin Pertumbuhan Meskipun Kendala Pasokan

Lini iPhone 17 menjadi penyumbang pertumbuhan terbesar dengan pendapatan mencapai $57 miliar, naik 21,7 persen dibanding tahun lalu. Pencapaian ini terjadi meskipun Apple menghadapi kendala ketersediaan chip yang diproduksi pada node teknologi tingkat lanjut. Kepuasan pelanggan untuk keluarga iPhone 17 mencapai angka luar biasa yakni 99 persen menurut pengukuran 451 Research.

Selama kuartal ini, Apple meluncurkan iPhone 17e yang diklaim sebagai "keluarga iPhone paling bertenaga, kapabel, dan versatile yang pernah kami ciptakan." Pertumbuhan iPhone meluas ke mayoritas pasar yang dilacak, termasuk pencapaian tertinggi untuk pelanggan yang melakukan upgrade perangkat.

Layanan Mencapai Rekor Tertinggi Sepanjang Masa

Divisi Layanan (Services) Apple terus menunjukkan momentum kuat dengan pendapatan mencapai $31 miliar, tumbuh 16,3 persen year-over-year. Kategori ini mencatat rekor pendapatan tertinggi sepanjang masa di pasar berkembang dan maju, dengan lebih dari 2,5 miliar perangkat aktif di seluruh ekosistem Apple.

Pertumbuhan layanan didorong oleh ekspansi iklan di App Store dan peluncuran fitur baru di Maps. Apple juga melaporkan bahwa akun berbayar mencapai rekor tertinggi selama kuartal ini.

Produk Baru Manjakan Pengguna

Selain iPhone 17e, Apple memperkenalkan iPad Air bertenaga M4 dan MacBook Neo yang mendapat respons antusias dari pasar. MacBook Neo khususnya mengalami kendala pasokan karena permintaan melampaui ekspektasi awal, terutama dari institusi pendidikan yang beralih dari Chromebook dan Windows.

Kategori produk lainnya juga mencatat pertumbuhan: Mac naik 5,7 persen ($8,4 miliar), iPad naik 8 persen ($6,9 miliar), dan Wearables/Aksesori naik 5 persen ($7,9 miliar).

Ekspansi Global dan Transisi Kepemimpinan

Pertumbuhan Apple meluas ke semua wilayah geografis. China mencatat lonjakan paling mengesankan dengan pertumbuhan 28,1 persen, diikuti Rest of Asia Pacific 25,3 persen, Eropa 14,7 persen, Jepang 15,1 persen, dan Amerika 11,9 persen.

Dalam pengumuman signifikan, Tim Cook mengumumkan rencana pensiun sebagai CEO pada September 2026 dan akan digantikan oleh John Ternus. Cook akan melanjutkan sebagai Executive Chairman untuk memastikan transisi yang mulus.

Dewan direksi Apple juga menyetujui otoritas baru $100 miliar untuk pembelian kembali saham dan meningkatkan dividen dari $0,26 menjadi $0,27 per saham.

Reporter: Redaksi
Back to top