KAI Amankan 115 Barang Penumpang Pascakecelakaan Kereta di Bekasi

Penulis: Aditya Nugraha  •  Senin, 04 Mei 2026 | 14:56:23 WIB
Petugas KAI mengamankan 115 barang milik penumpang pascakecelakaan di Stasiun Bekasi Timur.

BEKASI — PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengamankan sedikitnya 115 unit barang milik penumpang yang tercecer di lokasi kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur. Langkah ini dilakukan petugas sesaat setelah proses evakuasi rangkaian kereta dan penanganan korban dinyatakan selesai di area kejadian.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyatakan seluruh barang yang ditemukan telah didata secara sistematis masuk ke dalam sistem manajemen perusahaan. Upaya ini bertujuan menjamin keamanan aset milik pelanggan sekaligus mempermudah proses klaim oleh pemilik yang sah.

Pendataan 115 Barang Milik Penumpang di Bekasi Timur

Berdasarkan data hingga Sabtu (2/5) pukul 21.24 WIB, petugas mencatat total 115 barang yang berhasil dikumpulkan dari area stasiun maupun rangkaian kereta. Dari jumlah tersebut, 60 barang sudah diambil oleh pemiliknya, sementara 55 barang lainnya masih tersimpan di posko pengamanan.

“Seluruh barang yang ditemukan telah kami amankan dan catat secara sistematis. Saat ini fokus kami adalah memastikan barang tersebut dapat kembali kepada pemiliknya melalui proses yang tertib dan terverifikasi,” ujar Anne Purba dalam keterangan resminya, Minggu (3/5).

KAI memberlakukan prosedur verifikasi yang ketat bagi warga yang hendak mengambil barang. Hal ini dilakukan guna menghindari salah sasaran dalam penyerahan aset. Petugas akan mencocokkan ciri fisik barang dengan keterangan yang diberikan oleh pengambil.

Batas Waktu Operasional Posko Informasi Hingga 11 Mei

Guna memfasilitasi kebutuhan pelanggan, KAI menyiagakan layanan Lost and Found di Stasiun Bekasi Timur. Selain itu, manajemen juga membuka Posko Informasi yang dijadwalkan beroperasi hingga 11 Mei 2026 sebagai pusat koordinasi bagi keluarga korban maupun penumpang terdampak.

“Kami memahami bahwa setiap barang memiliki nilai penting bagi pemiliknya. Karena itu, kami memastikan proses pengembalian dilakukan dengan hati-hati agar tepat sasaran,” kata Anne.

Kehadiran posko ini diharapkan menjadi solusi satu pintu bagi pelanggan yang membutuhkan bantuan administratif maupun informasi terbaru mengenai penanganan pascainsiden. Petugas di lapangan disiagakan penuh untuk merespons setiap laporan kehilangan yang masuk.

Layanan Trauma Healing dan Pendampingan Kesehatan Lanjutan

Selain fokus pada pengamanan barang, KAI juga memberikan perhatian pada aspek psikologis dan kesehatan para penumpang. Perusahaan menyediakan layanan trauma healing bagi mereka yang mengalami syok akibat kecelakaan yang melibatkan KRL dan kereta api jarak jauh tersebut.

"Termasuk layanan kesehatan lanjutan, koordinasi administrasi. Hingga trauma healing yang dilakukan secara bertahap," kata Anne.

Bagi pelanggan atau keluarga yang merasa kehilangan barang saat kejadian, KAI mengimbau untuk segera mendatangi Stasiun Bekasi Timur. Masyarakat diminta membawa identitas diri dan bukti pendukung lainnya guna mempercepat proses pengecekan oleh petugas layanan pelanggan di lokasi.

Reporter: Aditya Nugraha
Back to top