Garut Gelar Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda, Diikuti 27 Kabupaten/Kota

Penulis: Agus Hermawan  •  Selasa, 05 Mei 2026 | 10:48:24 WIB
Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda di Garut diikuti perwakilan seni dari 27 kabupaten/kota Jawa Barat.

GARUT — Seluruh daerah di Provinsi Jawa Barat, yang terdiri dari 27 kabupaten dan kota, dipastikan mengirimkan perwakilan seni budaya terbaiknya dalam kirab budaya Milangkala Tatar Sunda. Perhelatan akbar ini dijadwalkan berlangsung di kawasan perkotaan Kabupaten Garut pada Selasa (5/5/2026) malam mulai pukul 19.00 WIB.

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menyatakan bahwa kirab budaya ini menjadi panggung ekspresi seni dan tradisi dari berbagai pelosok Jawa Barat. Kepastian ini didapat setelah jajaran pemerintah daerah meninjau langsung kesiapan lokasi pelaksanaan pada Senin (4/5/2026) kemarin.

“Kami mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Garut untuk turut menyaksikan dan memeriahkan kirab budaya ini,” ujar Abdusy Syakur Amin saat meninjau titik rute kirab.

Rute Kirab Budaya dari Jalan Bratayudha ke Bale Dewa Niskala

Panitia penyelenggara memutuskan untuk memindahkan lokasi kirab yang semula direncanakan di wilayah Cibalong ke kawasan perkotaan Garut. Perubahan ini diambil guna memastikan aksesibilitas dan kenyamanan bagi penonton maupun peserta dari luar daerah.

Rute kirab akan mengambil titik start di Jalan Bratayudha, tepat di depan Markas Korem 062/Tarumanagara. Iring-iringan kemudian melintasi Jalan Ahmad Yani yang merupakan pusat keramaian kota, sebelum berakhir di kawasan Kantor Bakorwil atau Kantor Gubernur Jawa Barat Bale Dewa Niskala.

Persiapan teknis terus dimatangkan oleh Pemerintah Kabupaten Garut bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Dukungan penuh diberikan oleh unsur TNI, Polri, serta instansi terkait untuk menjamin kelancaran arus lalu lintas dan keamanan di sepanjang jalur kirab.

Mahkota Binokasih dan Kereta Kencana Ki Jaga Raksa Jadi Ikon Utama

Salah satu momen yang paling dinantikan dalam prosesi ini adalah arak-arakan Mahkota Binokasih Sanghyang Pake. Mahkota legendaris tersebut akan dibawa menggunakan Kereta Kencana Ki Jaga Raksa, simbol kemegahan budaya Sunda yang kerap hadir dalam acara kenegaraan maupun seremoni besar di Jawa Barat.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Jawa Barat, Mochamad Ade Afriandi, menjelaskan bahwa setiap daerah akan membawa kesenian unggulan masing-masing. Keragaman ini menjadi representasi kekayaan identitas Tatar Sunda yang tetap terjaga hingga kini.

Beberapa kesenian yang dipastikan tampil antara lain:

  • Seni Reak dari Kabupaten Bandung
  • Tari Godeg Ayu persembahan Kota Depok
  • Seni Surak Ibra yang merupakan kesenian khas asli Garut

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Pimpin Pasukan Berkuda

Formasi kirab dirancang dengan estetika visual yang kuat untuk menarik perhatian wisatawan. Barisan pembuka akan diisi oleh penari janur, disusul kolaborasi penari Bali dan Sunda, serta barisan pembawa payung agung yang melambangkan penghormatan.

Puncak kemeriahan akan terlihat pada rombongan pasukan berkuda. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama Wakil Gubernur dan jajaran pejabat tinggi daerah dijadwalkan menunggangi kuda di barisan utama kirab ini.

Sosialisasi masif terus dilakukan agar warga dari luar Garut juga bisa hadir menyaksikan perhelatan tahunan ini. Kehadiran 27 kepala daerah di Jawa Barat diharapkan semakin mempererat silaturahmi antarwilayah melalui jalur kebudayaan.

Reporter: Agus Hermawan
Back to top