Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menginstruksikan sterilisasi lingkungan sekolah di seluruh wilayah Jawa Barat pada jam pelajaran. Aturan baru ini dirancang untuk memastikan fokus siswa dan tenaga pendidik tidak terganggu oleh aktivitas pihak luar yang tidak berkepentingan.
Penerapan kebijakan tersebut dijadwalkan mulai berlaku pada tahun ajaran 2026/2027. Langkah ini diambil sebagai respons atas kebutuhan peningkatan kualitas pembelajaran serta penguatan sistem keamanan di lingkungan pendidikan formal.
Gubernur yang akrab disapa KDM ini menegaskan bahwa sekolah harus menjadi ruang eksklusif untuk proses pendidikan. Ia meminta pihak sekolah untuk tidak sembarangan menerima tamu atau pihak luar ketika aktivitas kelas sedang berjalan.
Pembatasan akses ini dianggap krusial untuk mencegah potensi gangguan keamanan terhadap fasilitas sekolah. Selain itu, sterilisasi ruang sekolah diharapkan mampu menciptakan suasana yang lebih kondusif bagi pembentukan karakter siswa tanpa intervensi eksternal.
Kebijakan ini mulai mendapat tanggapan dari berbagai elemen pendidikan di Kota Sukabumi. Ketua OSIS SMAN 3 Sukabumi, Muhammad Fawwaz, menyatakan dukungannya terhadap rencana sterilisasi lingkungan sekolah tersebut.
"Kalau kegiatan belajar sudah dimulai, memang sebaiknya ruang sekolah itu steril. Siswa di kelas, guru fokus mengajar, tanpa ada orang luar yang tidak berkepentingan masuk," ujar Fawwaz.
Senada dengan Fawwaz, Muhammad Raditia Rizki Mulyawan, siswa lainnya, menilai langkah ini akan meningkatkan rasa aman bagi warga sekolah. Menurutnya, lingkungan yang terjaga memberikan kenyamanan lebih bagi siswa dalam menyerap materi pelajaran.
Kepala SMAN 3 Sukabumi, Dudung Koswara, menyambut baik arahan Gubernur. Ia memastikan bahwa pihak sekolah akan menerapkan aturan sterilisasi ini secara bertahap agar selaras dengan program pembentukan karakter yang sudah berjalan.
Kebijakan sterilisasi sekolah ini merupakan bagian integral dari program unggulan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, yakni Gapura Panca Waluya. Program ini menitikberatkan pada lima nilai utama karakter siswa Jawa Barat.
Lima nilai tersebut mencakup:
Selain fokus pada sterilisasi ruang kelas, kebijakan ini juga diperkuat melalui aksi ekologi sekolah. Warga sekolah didorong untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sebagai bagian dari implementasi pendidikan karakter yang nyata di lapangan.