SUBANG — Proyek budidaya ikan bandeng di Pantura Subang dimulai pada Kamis (7/5) dengan penebaran bibit di area tambak seluas beberapa hektar. Sebelum penebaran, lahan yang terlantar selama lebih dari satu dekade itu melalui tahap rehabilitasi untuk meningkatkan tingkat keberhasilan budidaya.
Tasa Wijaya, ketua kelompok petambak sekaligus pengurus divisi usaha Yayasan SJS, menilai program penebaran ikan bandeng ini sebagai inisiatif yang sangat positif. "Kolaborasi dengan PT Wahana Multimedia Pasundan sangat baik dan bermanfaat bagi pemulihan sektor perikanan tambak di kawasan kami," ujarnya.
Pantauan lapangan menunjukkan infrastruktur akses ke kawasan tambak masih jauh dari memadai. Jalan aspal menuju lokasi budidaya mengalami kerusakan parah — banyak aspal terkelupas dengan batu dan tanah liat tampak di permukaan. Kerusakan ini berhubungan langsung dengan banjir rob skala besar yang melanda kawasan pesisir sekitar 10 tahun lalu dan belum mendapat perbaikan hingga saat ini.
Kondisi infrastruktur yang terbatas ini tidak menyurutkan komitmen petambak lokal untuk menjalankan program revitalisasi tambak. Tasa dan kelompoknya tetap optimis bahwa dengan dukungan SJS, aspirasi mereka untuk pembangunan berkelanjutan kawasan pesisir akan tersampaikan kepada pemerintah.
Tasa mengungkapkan bahwa kelompok petambak Legonkulon berharap SJS dapat menjadi perantara dalam menyuarakan kebutuhan infrastruktur ke tingkat pemerintah, khususnya perbaikan jalan akses dan fasilitas pendukung lainnya. "Kami ingin tambak di sini bisa kembali produktif seperti dulu. Dengan bantuan Yayasan, kami percaya suara kami akan didengar," katanya.
Kesuksesan penebaran 4.000 ekor bandeng ini dilihat sebagai momentum awal untuk membangkitkan ekonomi pesisir Subang yang sempat tertinggal akibat bencana alam dan kurangnya perhatian infrastruktur dalam dekade terakhir.