SUKABUMI — Seorang pria yang terekam dalam video viral saat berdiri mematung dengan tatapan kosong di Jalan Samsi, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, akhirnya dijemput keluarga dan dipulangkan ke kampung halamannya. Kasi Humas Polres Sukabumi Kota Ipda Ade Ruli mengonfirmasi bahwa pria tersebut bernama Yaya, warga Rajagaluh, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.
“Menurut keterangan keluarga saat dijemput pulang ke kampung halamannya di Majalengka, yang bersangkutan memiliki riwayat gangguan mental,” kata Ade kepada detikJabar, Rabu (13/5/2026).
Video Yaya pertama kali diunggah oleh Fadil Putra Andriani (20), warga yang melintas di lokasi pada Rabu (6/5/2026) dini hari. Dalam rekaman, Yaya tampak berdiri diam tanpa gerakan berarti dan sulit diajak berkomunikasi. Beberapa warga sempat mencoba memberinya minum, namun pria itu tetap tidak bereaksi.
Sehari sebelum video viral beredar, Yaya diketahui sempat memeriksakan diri ke Klinik Permata di Jalan RA Kosasih karena mengeluhkan cemas, badan panas, pusing, dan nyeri lambung. Ia diantar rekan kerjanya pada Selasa malam sekitar pukul 21.00 WIB.
Usai berobat, Yaya kembali ke kontrakannya di Jalan Samsi RT 03/19, Kelurahan Cisarua, Kecamatan Cikole. Ia sempat beristirahat, namun keesokan paginya sekitar pukul 06.30 WIB, rekan-rekannya mendapati Yaya sudah tidak ada di kamar.
Rekan kerja Yaya menemukannya berdiri di depan kontrakan dalam kondisi tidak sadarkan diri dan sulit diajak komunikasi. Mereka kemudian membawanya kembali ke kamar untuk beristirahat dan mengganti pakaian.
Sekitar pukul 10.00 WIB, pimpinan tempat Yaya bekerja—CV Bagja Makmur—datang ke lokasi dan langsung membawanya pulang ke Majalengka. Yaya baru sekitar tiga bulan bekerja sebagai sales kredit pakaian keliling di Sukabumi.
Hasil penelusuran polisi memastikan bahwa kondisi Yaya bukan akibat penggunaan narkoba jenis baru yang belakangan disebut membuat pemakainya seperti zombie. Spekulasi itu sempat ramai di kolom komentar media sosial setelah video Yaya menyebar luas.
“Yang bersangkutan memiliki riwayat gangguan mental,” tegas Ipda Ade Ruli, menepis berbagai dugaan yang beredar di masyarakat.